MAKALAH MENGEMBANGKAN KECERDASAN ANAK USIA DINI

Posted by Ockym al ayuby on Monday, 22 August 2011


DOWNLOAD VIA ZIDDU.COM
JIKA LINK TIDAK BERFUNGSI KLIK ICON FACEBOOK KAMI  YANG ADA DI KANAN POSTINGAN!!!

SEMOGA BERMANFAAT



 LATAR BELAKANG
Mengembangkan kecerdasan anak sejak usia dini adalah judul makalah yang telah saya buat. Saya tertarik untuk mengevaluasi hal ini karena kecerdasan anak sangatlah penting untuk dioptimalkan sejak usia dini. Alangkah baiknya jika setiap anak yang dilahirkan didunia ini memiliki kecerdasan yang optimal. Banyak orang tua yang tidak menyadari tentang peran orang tua dalam perkembangan kecerdasan anaknya. Saya berharap setelah membaca makalah yang saya buat ini para orang tua bisa mengeri bagaimana pengembangan kecerdasan anak sangatlah penting dilakukan sejak usia dini. Dan para orang tua bisa tahu apa yang harus dilakukannya untuk membantu perkembangan kecerdasan anaknya.


MENGEMBANGKAN KECERDASAN ANAK USIA DINI

Agar kita dapat mengoptimalkan perkembangan kecerdasan anak usia dini, peran orang tua pada dasarnya sangatlah penting karena anak-anak sebagai generasi unggul tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka memerlukan lingkungan yang baik yangs engaja diciptakan orang tuanya untuk mengoptimalkan perkembangan kecerdasan anak itu sendiri, yang memungkinakan potensi mereka dapat tumbuh dengan optimal seperti yang diharapkan oleh orang tua dan pendidikannya. Orang tua mememgang peran yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan tersebut dengan baik, guna memotivasi anak agar lebih siap dalam menghadapi berbegai tantangan di era globalisasi ini. Semua ini dapat dimulai sejak berusia bayi. Orang tua harus menciptkan suasana yang penuh kasih sayang dimanapun mereka berada, orang tua juga harus menerima anak apa adanya dengan kata lain orang tua tidak diperbolehkan memaksakan kehendaknya kepada anak, orang tua juga harus bisa menghargai potensi anak dan memberi ransangan-ransangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik, semua ini merupakan jawaban nyata bagi tumbuhnya generasi yang unggul dimasa yang akan datang.
Memahami keberhasilan anak dalam suatu pendidikan sering sekali dikaitkan dengan kemampuan para orang tua dalam hal memehami anak sebagai individu yang unik, dimana setiap anak dilihat sebagai individu yang memiliki potensi-potensi lebih yang berbeda satu sama lain, namun saling melengkapi dan menghargai. Selain memahami bahwa anak merupakan individu yang unik, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan upaya memahami anak, yaitu bahwa anak bukan orang dewasa yang ukuran mini. Mereka juga memiliki dunia sendiri yang khas dan harus dilihat dengan kacamata anak-anak. Untuk itu dalam menghadapi mereka dibutuhkan adanya kesabaran, pengertian serta toleransi yang mendalam. Dunia bermain anaka dalah dunia yang penuh semangat apabila terkait dengan penuh suasana yang menyenangkan. Selain tumbuh secara fisik anak juga berkembang secara psikologis. Ada fase-fase perkembangan dalam berbagai perilaku sesuai dengan ciri-ciri masing-masing fase perkembangan tersebut.
Semua manusia memiliki sifat bawaan dari lahir bawaan dari lahir yaitu sifat meniru. Tidak adsa satupun manusia didunia ini yang tidak memiliki sifate tersebut. Begitu juga anak, mereka juga memiliki sifat meniru bahkan pada usia itulah mereka senang sekali meniru, karena salah satu proses pembentukan tingkah laku mereka adalah diperoleh dengan meniru. Orang tua dan guru dituntut untuk bisa memberikan contoh-conroh keteladanan yang nyata akan hal-hal yang baik, termasuk perilaku bersemangat dalam mempelajari hal-hal baru.
Pada dasarnya keratif anak-anak adalah kreatif yang imajinatif mereka memiliki ciri-ciri yang oleh para ahli sering digolongkan sebagai ciri-ciri individu yang kreatif. Misalnya rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya, berimajinasi tinggi dan sebagainya. Namun begitu ketika masuk sekolah, kreatifitas anak pun semakin menurun. Hal ini sisebabkan karena pejalaran di SD terlalu menekan sehingga pada cara berfikir konvergen, sementara cara berfikir divergen kurang dirangsang. Orang tua dan guru perlu memahami kreatifitas yang ada pada diri setiap anak dengan bersikap luwes dan kreatif pula, hendaknya guru tidak  selalu memaksakan kehendaknya terhadap anak-anak didiknya, namun secara rendah hati guru bisa menerima gagasan-gagasan anak yang mungkin tampak aneh dan tidak lazim. Anak-anak yang dihargai cenderung terhindar dari berbagai masalah psikis serta akan tumbuh dan berkembang lebih optimal. Untuk mengembangkan kecerdasan dan kreativitas  anak, kita harus menyadari akan pentingnya orang tua bagi perkembangan kecerdasan dan kreativitas anak, maka sangat dianjurkan kepada setiap orang tua untuk meluangkan waktu secara teratur bagi putra putrinya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa misalnya, biasakan orang tua agar rajin menjalin percakapan dengan anaknya. Ajaklah anak untuk berdialog dan berilah kesempatan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya, sedangkan untuk mengembangkan kemampuan dasar matematika anak dapat diperkenalkan konsep matematika secara sederhana, misalnya menghitung jumlah tangga. Sementara untuk memuaskan kebutuhan ilmiahnya, anak bisa diajak menjelajahi dunianya dengan cara melakukan eksperimen, misalnya dengan mengamati hal yang mudah yaitu dengan mengamati tumbuhan kecambah, proses telur yang menetas dan sebagainya. Jadi ketika kita ingin mengembangkan kecerdasan anak, kita harus bisa mengaitkan semua kegiatan diatas sebagai suatu aktivitas yang menyenangkan dan selalu ditunggu oleh anak. Ini adalah hal-hal yang merangsang pengembangan kecerdasan anak.
Banyak dijumpai anak-anak yang memiliki kecerdasan dan kreativitas yang luar biasa mereka adalah anak-anak yang memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tuanya. Kita dapat mengambil contoh orang tua dari “John Irvirg”. Orang tua dari John Irvirg selalau menghabiskan waktu mereka berjam-jam bermain dan terlibat secara intelektual bersama John Irvirg setiap hari, sehingga pada akhirnya ia menjadi seorang penulis ternama. Begitu pula orang tua dari “Steven Spielberg”, mereka tak jemu-jemu berdialog dan melayani berbagai macam pertanyaan serta rasa ingin tahu dari Steven, sehingga pada akhirnya ia menjadi sutradara film terkenal bukan hanya di negaranya tapi terkenal hampir diseluruh dunia. Tidak terkecuali orang tua dari “Thomas Alva Edison” yang memegang peranan yang sangat penting bagi perkembangannya sehingga ia menjadi seorang penemu ulung.
Rumah yang menunjang kreativitas adalah rumah dimana anak dan orang dewasa yang berada didalamnya terlibat langsung dalam kebiasaaan kreatif. Misalnya saja ketivitas mendongeng atau membacakan cerita sangat bersemangat untuk merangsang kecerdasan maupun kreativitas anak. Melalui dongeng anak juga diajak berkomunikasi serta mencoba untuk melontarkan suatu gagasan terhadap pemecahan suatu masalah. Sedangkan melalui dialog batin sianak dengan dongeng-dongen yang didengarnya itu, tanpa sadar mereka telah menyerap beberapa sifat positif seperti sifat keberanian, sifat kejujuran, sifat kehormatan diri, sifat memiliki cita-cita, sifat menyayangi binatang, sifat membedakan hal-hal yang baik dan hal yang buruk, dan masih banyak lagi sifat positif yang diserap oleh anak.
Dalam mengembangakan kecerdasan emosional anak ada beberapa ahli mengatakan bahwa generasi sekarang cxenderung banyak mengalami kesulitan emosional, seperti mudah merasa kesepian dan pemurung, mudah cemas, mudah khawatir, mudah bertindak agresif, kurang menghargai sopan santun dan lain sebagainya.
Kecerdasan atau angka IQ yang tinggi bukanlah satu-satunya jaminan sukses anak dimasa depannya. Ada faktor lain yang cukup populer yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional ini dapat dilatih pada anak-anak sejak usia dini. Salah satu aspeknya adalah kecerdasan sosial, dimana anak memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami orang lain serta bertindak secara bijaksana dalam hubungan antar manusia. Suasana damai dan penuh kasih sayang dalam keluarga, sikap saling menghargai, disiplin dan penuh semangat tidak mudah putus asa. Semua ini memungkinkan anak untuk mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan kecerdasan emosionalnya.

KESIMPULAN
Dalam upaya mengembangkan kecerdasan anak, peranan orang tua sangatlah penting untuk menunjang pengembangan kecerdasan tersebut. Maka dari itu para orang tua hendaknya menciptakan lingkungan yang baik guna memotivasi anak agar siap menghadapi tantangan dalam hidupnya. Semua itu harus dimulai dari anak masih bayi. Orang tua tidak diperbolehkan memaksakan kehendaknya kepada anak, karena pada usia dini memiliki sifat kreatif yang imajinatif. Terkadang anak pada usia dini juga mempunyai gagasan-gagasan yang aneh dan tidak lazim. Para orang tua harus mau menerima anaknya dengan apa adanya. Banyak dijumpai anak-anak yang memiliki kecerdasan dan kreatifitas yang luar biasa, karena mereka memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tuanya. Misalnya saja orang tua dari John Irving, Streven Spielberg, dan Thomas Alva Edison yang memberikan seluruh waktunya kepada anaknya, sehingga anaknya bisa tumbuh dan berkembang menjadi orang yang hebat.

SARAN
Banyak orang tua yang tidak mengerti pentingnya peran orang tua terhadap anaknya dalam perkembangan kecerdasan anaknya. Maka dari itu kita sebagai guru hendaknya memberikan pemahaman kepada para orang tua agar lebih memperhatikan putra-putrinya, agar perkembangan kecerdasan anak bisa baik sejak usia dini.



RANGKUMAN MATERI

Organisasi sekolah bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan cara memberikan pendidikan pada siswa.
§  Organisasi yang ada di sekolah diantaranya :
-       OSIS (Organisasi Intra Sekolah)
-       UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
-       PKS (Patroli Keamanan Sekolah)
-       Gerakan Pramuka
-       PMR (Palang Merah Remaja)
-       BP (Bimbingan Penyuluhan)
-       Perpustakaan Sekolah
-       Koperasi Sekolah
§  Masing-masing organisasi sekolah mempunyai kepengurusan yang terdiri dari :
-       Ketua
-       Wakil Ketua
-       Sekretaris
-       Bendahara
-       Seksi-seksi atau Pembantu Umum
§  Ciri-ciri sebuah organisasi sekolah meliputi :
-       Mempunyai tujuan yang jelas
-       Mempunyai anggota
-       Mempunyai pemimpin
-       Mempunyai kegiatan yang pasti



FORMAT PENILAIAN

Hari / Tanggal               : Senin / 20 Agustus 2011
Mata Pelajaran              : IPS
KD Nomor                    : 2.2
Topik / Tema / MP        : Memahami Pentingnya Koperasi

No
Nama Siswa
Aspek yang dinilai dan skor
Jumlah Skor
Ketekunan
Kerjasama
Kebenaran Konsep
30
35
35
100
1.
2.
36.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Ayu Pertiwi
Anawati
Andi
Anita P.
Dian Rahayu
Doni Kusuma
Hedra T.
Heru P.
Johan
Jainuri
Septiani
Rahayu






{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment