PENGARUH KOMUNIKASI ORANGTUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

Posted by Ockym al ayuby on Thursday, 15 March 2012

1.      Materi Komunikasi Antar Pribadi Orang Tua Denan Anak Dalam Meningkatkan Presasi Belajar

Murid yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga terutama tentang cara orangtua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajarnya. Orangtua atau keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Orantua yang berkomukasi tentang pendidikan anak-anaknya akan dapat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Menurut slameto mengemukakan bahwa hal-hal atau materi komunikasi antar pribadi orangtua dengan anak dalam meningkatkan prestasi belajarnya antara lain :

a.       Orangtua melakukan komunikasi mengenai waktu belajar anak-anaknya.
b.      Orantua memperhatikan dan mengkomunikasikan dengan anak yang tentang kepentingan dan kebutuhan anak dalam belajar.
c.       Orangtua berkomunikasi kepada anak tentang waktu belajar anak.
d.      Orangtua  senantiasa melakukan komunikasi dengan anak tentang kemajuan belajarnya.
e.       Orangtua melakukan komunikasi dengan anak mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar .

Berdasarkan uraian tersebut dapat dipahami bahwa anak didik sangat besar peranannya dalam melakukan komunikasi antar pribadi dengan anak dalam meningkatkan prestasi belajar terutama anak. Materi komunikasi yang dimaksudkan diatas sangat menentukan tingkat keberhasilan atau prestasi murid.

Efektifitas komunikasi antar pribadi orangtua dengan anak dalam meningkatkan prestasi anak.

1.      Konsep efektifitas dalam komunikasi.
Efektifitas adalah pencapaian tujuan melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki secara efisien. Baik dilihat dari segi input maupun output. Efektifitas berarti  terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki dalam suatu perbuatan. Setiap pekerjaan yang dilaksanakan secara efisien sudah tentu efektif, karena diliat dari segi hasil,tujuan atau akibat yang dikehendaki dengan perbuatan itu telah tercapai. Sebaliknya suatu pekerjaan yang efektif belum tentu efisien karena hasil dapat saja tercapai tetapi mungkin menggunakan sumber daya yang berlebihan yang tidak sesuai dengan rencana sebelumnya, apakah itu tenaga, pikiran, waktu dan sebagainya.

2.      Kriteria dan prinsip komunikasi pembelajaran yang Efektif

Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran banyak ditentukan oleh keaktifan pembelajaran  dan pembelajar dalam bentuk timbale balik berupa pertanyaan, jawaban pertanyaan atau berupa perbuatan baik secara fisik maupun secara mental. Adanya umpan balik ini memungkinkan pembelajar mengadakan perbaikan-perbaikancara komunikasi yang tidak pernah dilakukan. Keefektifan komunikasi menunjuk kepada kemampuan orang untuk menciptakan suatu pesan dengan tepat, yaitu pengirim pesan dapat mengetahui penerima dapat menginterprestasikan sama dengan apa yang dimakdsudkan oleh sii pengirim diinterprestasikan sama oleh si penerima, berarti komunikasi tersebut efektif. Komunikasi yang efektif  hendaknya memadukan ketiga kriteria tersebut. Selain itu keefektifan pembelajaran sangat ditentukan oleh adanya perhatian dan minat pembelajar. Ini sesuaii dengan , model “ AIDA singkatan dari Attention (perhatian), Interest (minat) , Desire ( hasrat)  , dan Action (kegiatan)” (Sendjadja, 1993:105). Maksudnya agar terjadi kegiatan pada diri pebelajar sebagai komunikan, maka terlebih dahulu harus dibangkitkan perhatian dan minatnya kemudian dilanjutkan dengan penyajian bahan. Dengan demekian timbul hasratnya untuk melaksanakan kegiatan, sehingga walaupun persepsinya tidak terlalu lama sama dalam menerima pesan tetapi perbedaanya tidak terlalu banyak. Karena secara psikologis setiap orang akan menanggapi dan memberi makna  yang berbeda-beda sesuai dengan karakternya masing-masing. Komunikasi mengandung kualitas mengarahkan persepsi positif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mengajar yakni pada dasarnya terdiri dari dua bagian yakni factor intern dan factor ekstern. Faktor intern adalah factor yang ada dalam individu yang sedang belajar, sedangkan factor ekstern adalah faktor yang ada diluar individu.

a.       Faktor intern
Faktor intern yang dimaksudkan disini adalah faktor intern yang terjadi disekolah, yang di dalamnya termaksudk guru dan siswa. Adapun faktor yang terpenting dalam proses belajar mengajar antara guru dan siswa adalah, ada tiga, yakni :

1)      Faktor jasmaniah
Untuk mencapai tujuan dalam proses belajar mengajar terbentuk manusia yang utuh disetiap aspek, baik akal, jasmani, rohani, dan kesehatan dengan kehidupan kemasyarakatan, diperlukan syarat mutlak yakni kesehatan badan, tanpa ditunjang kesehatan badan, maka yang terlaksana disekolah tidak bisa dikatakan proses belajar yang potensial. Hal ini sejalan dengan pendapat Slameto yaitu : “agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam bekerja, tidur, makan, olahraga dan rekreasi”.

Oleh karena itu kesehatan jasmani mutlak diperlukan, karena pada jasmani yang sehat terdapat akal fikiran yang sehat pula.

2)      Faktor psikologis
Adapun penulis maksudkan disini adalah mengetahui tingkah laku yang terjadi dalam proses belajar mngajar, dimana hal ini termasuk pembawaan sebagai factor dasar yang dapat mempengaruhi proses belajar merupakan perilaku inti dalam proses pendidikan dimana antara anak didik dan pendidik berintegrasi. Faktor pembawaan yang mempengaruhi proses belajar meliputi :

a.       Intelegensi
b.      Perhatian
c.       Minat
d.      Bakat

3)      Faktor Kelelahan
Faktor kelelahan adalah salah satu dari factor interen yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar, sebab kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan atas dua macam yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemahnya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh.

b.      Faktor  eksetern
Faktor ekstern mempunyai peranan yang penting pula dalam proses belajar mengajar, dimana penulis mengelompokkan menjadi tiga factor yaitu : Faktor keleuarga, sekolah dan masyarakat.

1)      Faktor keluarga
Keluarga adalah salah satu lingkungan pendidikan yang cukup berperan dalam perkembangan jiwa anak, karena dalam keluarga anak pertama kali menerima pendidikan. Murid yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua mendidik relasi antara anggota keluarga, suasana rumh tangga dan keadaan ekonomi keluarga.

2)      Faktor sekolah
Sekolah sebagai lembaga pendidikan adalah suatu organisasi dan wadah kerjasama sekelompok orang tua untuk mencapai tujuan pendidikan dengan kemanfaatan semua sumber daya secara efisien dan efektif. Sebab dalam hidup dan kehidupan manusia, tidak hanya hidup dalam keluarga saja, melainkan juga pada umur tertentu harus terlepas dari rumah untuk mendapatkan pengalaman-pengalan yang lebih luas diluar rumah, baik disekolah maupun pada masyarakat.

3)      Faktor masyarakat
Masyarakat merupakan ekstern yang juga berpengaruh terhadap siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat yang mencakup kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat disekitarnya. Berdasarkan uraian-uraian yang dikemukakan diatas maka, dapat disimpulkan bahwa keluarga, sekolah dan masyarakat sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk itu dalam mencapai hasil yang maksimal, maka diperlukan kerjasama yang baik subyek pendidikan tersebut, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berlangsung secara positif.
Artikel Terkait
0 Comments
Tweets
Comments

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment