Susunan Tanah dan Jenis-Jenis Tanah

Posted by Ockym al ayuby on Wednesday, 30 January 2013

Tahukah Anda susunan tanah? Sebelum membahas susunan tanah, ada baiknya kita bahas dulu tentang tanah. Tanah adalah salah satu bagian bumi yang terdapat pada permukaan bumi dan terdiri dari massa padat, cair dan gas. Tanah tercipta tidak dengan sendirinya, melainkan berasal dari hasil pelapukan bebatuan dan tumbuhan yang prosesnya memakan waktu berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tahun.

Tanah yang tercipta ini akan membentuk tanah yang berlapis-lapis. Proses pembentukan susunan tanah ini sangat dipengaruhi oleh iklim, bentuk muka bumi, tumbuhan, berbagai organisme yang hidup di atasnya termasuk hewan, tumbuhan dan manusia serta waktu.

Secara umum, susunan tanah (dengan bahan induk mineral) terdiri atas 50% bahan padatan (45% berupa bahan mineral dan 5% berupa bahan organik), 25% air, dan 25% berupa udara. Sementara itu, pada tanah organik, seperti gambut, bahan padatan pada tanah tersebut terdiri atas 5% bahan organik dan 45% bahan mineral. Bahan organik dalam tanah ini terdiri atas 10% mikroorganisme, 10% akar, dan sisanya humat. Walaupun jumlah tidak banyak, fungsinya sangat penting.

Susunan tanah dan juga struktur tanah yang berongga-rongga menjadi tempat bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Selain itu, tanah pun menjadi habitat bermacam-macam mikroorganisme. Tanah juga dijadikan sebagai tempat hidup bagi sebagian hewan darat.

Tekstur susunan tanah bermacam-macam dan bisa dikelompokkan menjadi:

    Tekstur kasar misalnya pasir, pasir berlempung.

    Tekstur agak kasar misalnya lempung berpasir dan lempung berpasir halus.

    Sedang, antara lain lempung berpasir sangat halus, lempung berdebu dan debu.

    Tekstur halus misalnya, tanah liat berpasir, tanah liat berdebu.

Tekstur tanah ini juga dipengaruhi oleh kandungan air yang terdapat dalam tanah. Jika diuraikan proses pembentukan susunan tanah dimulai dari bebatuan yang mengalami pelapukan baik pelapukan secara fisika maupun pelapukan secara kimiawi.

Pada saat pelapukan, bebatuan tersebut akan menjadi lunak dan berubah bentuknya sehingga dapat dikatakan sebagai bahan tanah. Bahan tanah ini akan mengalami proses pelapukan terus menerus dan berlangsung dalam waktu bertahun-tahun sampai akhirnya bahan tanah tersebut menjadi tanah.

Selain susunan tanah, fungsi tanah juga perlu diketahui. Berikut fungsi-fungsi tanah.

    Tanah berfungsi untuk produksi biomassa, yaitu tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran, sumber hara serta zat pendukung pertumbuhan.

    Tanah berfungsi untuk penyaringan, penyangga dan pengubah antara atmosfer, air tanah serta akar tanaman.

    Tanah berfungsi sebagai habitat biologi dan konservasi genetilk.

    Tanah berfungsi sebagai ruang infrastruktur untuk teknik, industri, sosial ekonomi, dan  pembangunannnya

    Tanah berfungsi sebagai sumber daya energi, material dasar, pertambangan dan air.

    Tanah berfungsi sebagai sumber keindahan dan warisan budaya.

Bagian-bagian Susunan Tanah

Tanah atau lapisan kerak bumi ini bisa dibedakan menjadi, lapisan tanah atas, lapisan tanah bawah dan lapisan batuan induk. Ketiga lapisan ini membentuk susunan tanah yang jika diuraikan akan sebagai berikut.

    Lapisan atas adalah lapisan yang berasal dari batu-batuan dan sisa makhluk hidup yang telah mati dan mengalami pelapukan. Tanah yang paling subur dan bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian oleh manusia adalah di bagian lapisan atas ini.

    Lapisan tengah berasal dari bebatuan yang pada proses pelapukannya mengalami pengikisan oleh air sehingga bahan lapisan itu mengendap. Karena kandungan airnya banyak maka tanah di lapisan tengah ini sangat liat sehingga lebih dikenal sebagai tanah liat. Tanah liat bisa berwarna merah atau bisa pula berwarna putih.

    Lapisan bawah adalah lapisan tanah yang terdiri dari bongkahan-bongkahan batu dan bebatuan yang telah melapuk disela-selanya. Sehingga pada lapisan bawah ini ada dua jenis bahan pembentuk yaitu bebatuan yang belum melapuk dan bebatuan yang sudah mengalami pelapukan.

    Lapisan batuan induk tersusun dari bebatuan padat dan berada dalam lapisan terdalam bumi.

Susuanan Tanah Berdasarkan Jenis-Jenis Tanah

Susunan tanah dapat dibedakan berdasarkan jenis-jenis tanah.

    Tanah Humus. Tanah humus adalah lapisan tanah yang paling subur karena kemampuan menterap airnya tinggi dan gembur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian Tanah humus ini berasal dari pelapukan sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk dan biasanya berwarna kehitam-hitaman.

    Tanah Liat. Tanah liat ini biasanya dimanfaatkan untuk kerajinan tembikar, pembuatan pot bunga, kendi dan lain sebagainya karena butiran-butiran tanah liat ini saling melekat satu sama lain dan dalam keadaan basah akan lengket. Namun setelah dibakar/dipanaskan akan menjadi kuat. Tipe tanah pada tanah liat ini adalah butiran-butiran tanahnya halus, susah menyerap air dan tidak dapat ditanami oleh tumbuhan.

    Tanah Gambut. Tanah gambut terdapat di daerah berawa-rawa dan berasal dari pelapukan sisa tumbuhan yang hidup di rawa-rawa tersebut. Warna tanah gambut adalah coklat kehitaman, agak lekat namun tidak lengket. Tidak cocok dimanfaatkan sebagai lahan pertanian karena kandungan unsur haranya sangat sedikit dan tingkat keasaman tanahnya sangat tinggi.

    Tanah Berpasir. Tanah berpasir ini cirinya butiran pasirnya sangat banyak, mudah menyerap air namun sangat sulit ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan. Biasanya tanah berpasir ini dimanfaatkan sebagai campuran semen dalam pemasangan batu bata.

    Tanah Aluvial. Jenis tanah aluvial ini terdapat di sepanjang aliran sungai. Jenis tanah ini berasal dari material halus yang diendapkan di aliran sungai dan merupakan jenis tanah yang masih muda karena belum mengalami perkembangan.

    Tanah Vulkanik atau Tanah Regosol. Tanah vulkanik ini bisa ditemukan di daerah sekitar gunung berapi. Warna tanahnya gelap karena berasal dari material gunung berapi yang meletus. Tanah vulkanik ini sangat mudah menyerap air dan banyak mengandung unsur hara sehingga sangat baik jika dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

    Tanah Latosol. Jenis tanah ini biasanya terdapat pada daerah beriklim basah yang curah hujannya lebih dari 300mm/tahun dan berada di dataran tinggi yang berkisar antara 300-1.000 meter. Bahan utama pembentuk tanah jenis ini berasal dari bebatuan gunung berapi yang mengalami proses pelapukan.

    Tanah Grumusol. Bahan pembentuk tanah grumusol adalah batu lempung dan batu kapur.

Susunan Tanah - Mineral Tanah

Susunan tanah mineral terdiri atas tiga komponen, yakni pasir (sand), debu (silf), dan lempung (clay). Ketiga susunan tanah mineral tersebut dibagi berdasarkan ukuran yang berbeda-beda.

    Partikel pasir memiliki ukuran sekitar 200 mikrometer hingga 2.000 mikrometer.

    Partikel debu memiliki ukuran sekitar 2 mikrometer sampai kurang dari 200 mikrometer.

    Partikel lempung memiliki ukuran kurang dari 2 mikrometer.

Semakin halus ukuran partikel tanah tersebut, maka luas permukaan partikel per satuan bobot semakin besar.

Partikel tanah dengan permukaan yang lebih luas memberi peluang lebih banyak terjadinya reaksi kimia. Partikel lempung per satuan bobot mempunyai luas permukaan lebih luas dari pada partikel tanah lainnya (debu dan pasir).

Reaksi-reaksi kimia yang berlangsung di permukaan tanah berupa lempung lebih banyak dibandingkan yang berlangsung di permukaan tanah berupa partikel debu dan pasir per satuan bobot yang sama.

Hal ini menunjukkan bahwa partikel lempung merupokan komponen susunan tanah paling aktif terhadap reaksi kimia sehingga berkontribusi menentukan sifat kimia tanah dan juga mempengaruhi kesuburan tanah.

Tanah merupakan kekayaan alam yang tidak ternilai. Bumi ini terdiri dari daratan dan lautan. Manusia hidup di daratan yang merupakan tanah. Untuk itu, tanah yang merupakan tempat tinggal manusia harus dirawat dan dilestarikan.

Perkembangan zaman yang terjadi sekarang ini membuat keadaan alam ini semakin rusak. Perusakan alam ini dilakukan secara perlahan-lahan dan ini merupakan ulah manusia sendiri.

Perusakan tersebut memang tidak terasa. Penebangan hutan dan pengambilan tanah-tanah di daerah pegunungan membuat bumi ini perlahan-lahan rusak.

Efek dari perusakan tersebut memang tidak dirasakan secara langsung. Akibatnya akan terasa beberapa lama kemudian. Seperti penebangan hutan yang terlalu sering dan tidak ditanami kembali, maka akibatnya adalah banjir dan pengikisan tanah.

Selain itu, buang sampah sembarangan dapat mengakibatkan pencemaran tanah. Terutama sampah yang tidak dapat mengurai di dalam tanah, seperti sampah plastik dan kaleng.

Akibatnya tidak akan terasa secara langsung. Pencemaran sampah pada tanah tersebut selain mengakibatkan tanah menjadi kotor, juga dapat mengakibatkan banjir.

Untuk itu, alam ini harus dijaga agar tidak terjadi kerusakan alam dan akibatnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya di bumi ini. Pelestarian alam sekitar dapat dimulai dari diri sendiri.

Demikian penjelasan mengenai susunan tanah dan pelestarian tanah. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah wawasan, khususnya bagi para siswa sekolah menengah atas.
Artikel Terkait
0 Comments
Tweets
Comments

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment