DIDUGA TAK MAMPU BAYAR TARIKAN SEORANG SISWA SMAN1 GONDANG MEMILIH DROP OUT

Posted by Rokhim al ayuby on Saturday, 23 November 2013

Gonjang – Ganjing masyarakat Gondang dan sekitarnya akibat gebrakan dahsyat dari kepala sekolah SMAN 1 Gondang beserta koleganya tentang tarikan 1 Juta per siswa akhirnya memakan korban juga. Seorang siswa berinisial W memilih DO dari pada berat menanggung beban sekolah. Anak seorang janda buruh tani ini, semakin malas sekolah, biaya sekolah yang besar sangat mengganggu pikiranya. Meskipun sepulang sekolah dia bekerja di warung membantu pamannya demi mendapatkan uang untuk membantu ibunya, tetapi jika dihitung-hitung untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya masih belum cukup juga. Apalagi dia juga terbebani hasil rapat wali murud tanggal 02 November lalu bahwa tiap siswa dikenakan biaya 1 Juta untuk rehab masjid sekolah yang menelan biaya 1,3 M. Mungkin dia berfikir dari pada membebani ibunya dengan biaya sekolah yang begitu besar lebih baik drop out saja dan benar juga mulai tanggal 11 November 2013 lalu dia benar-benar mogok sekolah. Ini salah satu dampak yang sangat mengerikan dari hasil jalan pikiran orang-orang pintar di SMAN 1 Gondang seharusnya mereka ingat pesan pemerintah kalau pendidikan dasar adalah 12 tahun yang berarti minimal masyarakat anak bangsa ini harus lulus SLTA, kalau semua itu dikalahkan oleh ambisi beberapa gelintir orang yang sok suci, maka tamatlah riwayat anak-anak dari kalangan keluarga yang sederhana. Seharusnya ada pikiran yang sangat jernih dari mereka bahwa menyekolahkan anak itu biayanya mahal. Seragam, buku pelajaran, buku tulis, tas, sepatu, apalagi uang saku tiap harinya. Kalau tiap hari uang sakunya Rp. 10.000 bisa dihitung berapa satu bulannya? Apa nggak pusing mereka mencari uang??!! Jangan samakan dengan gaji PNS yang tentu saja uang sebesar itu Cuma seujung jari kukunya. Begitu kata salah seorang wali murid SMAN 1 Gondang. Ibu W menyatakan “Wes mas, biar aja nggak mau sekolah, lagian kalau sekolah saya nanti juga bingung cari uang buat bayar tarikan”. Ketika dikonfirmasi Muhamad Assik selaku ketua Rehab Masjid dan juga anggota Komite SMAN 1 Gondang menyatakan “Wah Salah Mas, kalau sekolah narik, yang benar amal jariyah, jadi seikhlasnya, 100 ribu juga boleh, dana 1,3 M itu diambil dari jariyah para guru, komite, wali murud, dermawan, pengusaha dan alumni, jadi tidak ada paksaan”. Begitu juga kalau ada siswa yang memilih DO karena masalah inisaya kira itu salah persepsi aja dari wali muridnya, nanti tak sampaikan ke pihak sekolah. Lanjut Muhammad Assik yang ditemui di Kantor Kecamatan Jatirejo Kamis kemarin.
Artikel Terkait
0 Comments
Tweets
Comments

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment