PROPOSAL TUGAS AKHIR MULTIMEDIA WEBSITE TOKO ONLINE PAKAIAN BATIK (LENGKAP)

Posted by Rokhim al ayuby on Tuesday, 16 December 2014

PROPOSAL
TUGAS AKHIR MULTIMEDIA


WEBSITE TOKO ONLINE PAKAIAN BATIK







DISUSUN OLEH :
OCKYM BLOGSPOT



PROGAM KEJURUAN MULTIMEDIA


KATA PENGANTAR

Segala puji dan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rohmat, taufiq serta hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal tugas akhir SMKN 1 Jatirejo. Proposal ini diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti Ujian Kompetensi Kejuruan pada Jurusan Multimedia.
Proposal ini disusun sesuai dengan teori dan praktek yang saya ketahui, dimana saya mengajukan tentang Website Toko Online Pakaian Batik. Dengan adanya proposal ini bisa memberikan alternatif cara belajar baru, kebutuhan akan belajar akan meningkat pula.


Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada segenap guru yang telah bersedia memberikan arahan, bimbingan dan saran kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan proposal ini. Semoga semua amal baik yang telah diberikan kepada saya mandapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Akhir kata, saya berharap proposal tugas akhir ini bermanfaat bagi kita semua.

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Peluang usaha pakaian batik besar dan menjanjikan. Disadur dari berita antara.com, bahwa penjualan batik meningkat dari tahun ke tahun. Dan batik mengalami kemajuan yaitu pakaiannya tidak bersifat formal saja, tetapi mulai merambah informal baju sehari-hari dengan gaya fresh remaja.
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, penjualan batik tidak lagi menggunakan cara konvensional. Tapi ada terobosan baru melalui internet dengan membuat toko virtual. Dengan toko virtual, menawarkan berbagai keunggulan yang modern dan up to date terhadap perkembangan jaman. Hal ini sekaligus bisa meningkatkan jumlah penjualan secara praktis.
Maka saya membuat proposal Website Toko Online Pakaian Batik, untuk menginspirasi para siswa untuk kreatif dalam menjual pakaian batik dalam bentuk toko virtual, dan mengajak terjun ke dunia kerja, membuka usaha dengan cara yang modern lewat internet.

B.    Tujuan
1.    Proposal ini diajukan untuk memenuhi tugas akhir sebagai syarat kelulusan.
2.    Menyalurkan kreativitas siswa dalam menjual produk lewat internet.
3.    Dengan inspirasi toko online, mengajak siswa siap terjun ke dunia kerja.
4.    Ikut melestarikan batik sebagai identitas asli bangsa.
5.    Mempopulerkan batik jenis terbaru.



BAB II
PENJELASAN BATIK DAN TOKO ONLINE

•    Batik
Menurut Wikipedia, batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

A.    Etimologi
Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".

B.    Sejarah Teknik Batik
Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.
G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. Oleh beberapa penafsir, serasah itu ditafsirkan sebagai batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Hugh Clifford merekam industri di Pekan tahun 1895 bagi menghasilkan batik, kain pelangi, dan kain telepok.

C.    Budaya Batik
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

D.    Corak Batik
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

E.    Cara Pembuatan
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

F.    Jenis Batik
•    Menurut Teknik
  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.

•    Menurut Asal Pembuatan
Batik Jawa
Batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.


G.    Berdasarkan Daerah Asal
  • Batik Bali
  • Batik Banyumas
  • Batik Madura
  • Batik Malang
  • Batik Pekalongan
  • Batik Solo
  • Batik Yogyakarta
  • Batik Tasik
  • Batik Aceh
  • Batik Cirebon
  • Batik Jombang
  • Batik Banten
  • Batik Tulungagung
  • Batik Kediri
  • Batik Kudus
  • Batik Jepara / Batik Kartini
  • Batik Brebes
  • Batik Minangkabau
  • Batik Belanda
  • Batik Jepang

H.    Berdasarkan Corak
1.    Batik Kraton
2.    Batik Sudagaran
3.    Batik Cuwiri
4.    Batik Petani
5.    Batik Tambal
6.    Batik Sida Mukti
7.    Batik Sekar Jagad
8.    Batik Pringgondani
9.    Batik Kawung
10.    Batik Sida Luhur
11.    Batik Sida Asih
12.    Batik Semen Rama


•    Toko Online
Toko Online atau umum dikenal sebagai e-commerce (Electronic Commerce), adalah tipe industri dimana penjualan dan pembelian produk atau layanan dilakukan secara sistem elektronik seperti Internet atau jaringan komputer lainnya. E-commerce menggunakan teknologi seperti Mobile Commerce, Transfer Dana Elektronik, Manajemen Stok, Internet Marketing, Proses Transaksi Online, Pertukaran Data Elektronik / Electronic Data Interchange (EDI), Manajemen Inventory, dan Manajemen Data System Otomatis. Sistem commerce moderm umumnya menggunakan World Wide Web (WWW) untuk siklus transaksinya, meskipun saat ini telah berkembang lebih jauh menuju teknologi seperti e-mail, perangkat mobile, social media dan telepon.
Toko Online retail memiliki form yang memungkinkan konsumen untuk secara langsung membeli produk atau layanan dari penjual melalui internet menggunakan web browser. Nama-nama yang digunakan selain e-commerce adalah :  e-web-store, e-shop, e-store, Internet shop, web-shop, web-store, online store, dan virtual store.
E-commerce memiliki 2 wilayah yaitu : Business to Business (B2) dan Business to Consumer (B2C).
    B2B merupakan transaksi diantara para pebisnis, seperti antara perusahaan dan pengusaha grosir, atau antara pengusaha grosir dengan retailer.
    B2C adalah sistem transaksi dari pebisnis langsung kepada konsumen / end-user.
Dalam sebuah Toko Online umumnya memiliki :
    Konsumen
Konsumen adalah pengunjung website yang tertarik dengan produk / jasa yang ditawarkan dan membelinya secara langsung melalui sistem transaksi online.
    Sistem Pembayaran
Sistem pembayaran adalah proses transaksi pembayaran dari konsumen ke penjual, dimana terdapat beberapa pilihan sistem yang berbeda-beda di masing-masing negara. Untuk sistem pembayaran di Indonesia umumnya menggunakan sistem Transfer Bank, sedangkan untuk sistem pembayaran e-commerce yang paling populer adalah menggunakan PayPal, selain itu sistem pembayaran juga dapat menggunakan Kartu Kredit dan beberapa jasa pembayaran online seperti WorldPay, 2Checkout.
    Sistem Pengiriman
Barang yang dipesan oleh konsumen akan dikalkulasi berat serta tujuan pengiriman, disini akan muncul berapa biaya pengiriman yang harus ditanggung oleh pembeli, sistem pengiriman yang umum di Indonesia menggunakan ekspedisi seperti TIKI JNE, TIKINET, Pahala Kencana, sedangkan untuk internasional dapat menggunakan UPS atau FedEx
    Sistem Belanja Online
Prosedur belanja online menggunakan sistem checkout, dimana barang yang telah dipilih akan dikelompokkan dalam satu keranjang belanja untuk dikalkulasi total nilai belanja, yang nantinya informasi ini akan dikirimkan ke penjual sebagai Order.
    Design
Website Toko Online harus memiliki design dan tampilan yang menarik untuk dapat memikat pengunjung agar membeli produk atau jasa yang kita jual. Design yang modern dan dinamis sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan dalam bisnis toko online. Dengan teknologi saat ini, design website sudah memiliki cakupan yang lebih luas lagi, dimana design harus mendukung berbagai perangkat online seperti Tablet, Smartphone, dan multi web browser.
•    Perkembangan Toko Online di Indonesia
Perkembangan akan bisnis yang berupa media layanan toko online atau bisa dikatakan dan sering didengar dengan sebutan e-commerce ini, dengan berlahan sudah mulai menunjukan perkembanganya dengan sedemikian pesatnya. Dengan meningkatnya jumlah dari para pengguna internet semenjak tahun 2012 silam di indonesia, merupakan salah satu pemicu akan perkembangan akan bisnis toko online di negara kita ini.

Dari sebuah hasil survey yang sudah dilakukan oleh pihak BPS (Badan Pusat Statistik) di beberapa waktu yang lalu, hingga akhir di tahun 2013 kemarin para masyarakat pengguna internet di indonesia sudah mencapai angka 71,19 juta jiwa. Dari angka tersebut mengalami jumlah kenaikan sekitar 13% dari jumlah ditahun sebelumnya, dimana ditahun 2012 yang lalu jumlah pengguna internet baru berkisar 63 juta jiwa.

Jika dilihat dari hasil tersebut, perkembangan akan pertumbuhan jumlah pengguna internet pada tahun 2013 kemaren cukuplah bagus, dan bisa diprediksikan jumlah tersebut berangsur-angsur akan terus bertambah hingga mencapai angka sekitar 30% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia atau sekitar kurang lebih 82 juta pengguna akan layanan akan internet.

Dari jumlah tersebut, kebanyakan dari mereka menggunakan layanan fasilitas internet dipakai untuk menerima dan mengirimkan surat elektronik yakni sekitar 95,75%. Selain itu di urutan berikutnya mamakai layanan akan internet untuk dimanfaatkan dalam mencari akan berita terkini sekitar 78,48%, kemudian dalam mencari informasi jasa atau barang sekitar 77,81%, kemudian dari mereka memakai internet untuk mengakses media jejaring sisial sekitar 61,23%, serta yang terakhir mereka yang mengakses lembaga akan informasi sekitar 65,07%.

Perkembangan ini tentunya sudah selaras akan perkembangan pengguna internet di seluruh dunia. bahkan dengan tingginya aktivitas dalam berinternet di masyarakat indonesia, saat ini masyarakat indonesia menjadi sebuah incaran bagi para pebisnis toko online dunia. hal ini terbukti dengan Pertumbuhan akan pasar toko online yang terbesar didunia dengan memiliki nilai rata-rata pertumbuhanya sekitar 17% disetiap tahunnya.

Dengan adanya pola hidup masyarakat yang mulai berubah dan juga meningkatnya angka pendapatan perkapita dengan nilai yang diperkirakan sekitar 3.000 USD dalam setiap tahunnya, turut bisa juga mempengaruhi akan kemampuan belanja masyarakat Indonesia di dunia ranah maya internet. Dengan semakin besarnya pendapatan akan masyarakat Indonesia yang memiliki penghasilan antara 3-5 juta disetiap bulannya, maka makin bertambah pula akan kalangan masyarakat kalangan menengah ke atas untuk bisa memiliki daya beli yang dirasa cukup tinggi dalam menjalani sebuah aktivitas di dunia online internet.

Dengan perkembangan akan pasar online di indonesia yang sudah mulai menggeliat, rasanya tidaklah mustahil lagi ditahun berikutnya jumlah akan masyarakat pemakai internet di negara kita bisa berkembang dengan sangat pesat bahkan hingga berlipat-lipat.

Sesuai akan target yang telah ditentukan, di tahun 2014 yang berjalan saat ini jumlah akan masyarakat pemakai internet di Indonesia sangat diharap bisa tembus pada angaka 107 juta jiwa dan ditahun berikutnya 2015 kedepan bisa mencapai angka 139juta oarang pemakai internet atau bisa dikatakan hingga separuh dari jumlah penduduk total indonesia saat ini yang diperkirakan sebanyak 248 juta jiwa.
Dari realita diatas, tentunya peluang toko online ke depannya akan sangat besar. Hal ini bisa menciptakan lapangan kerja baru yang kreatif dan efisien dalam pengelolaan website toko online


•    Kelebihan Toko Online Untuk Penjual
1.    Modal yang dibutuhkan relatif murah (paling banyak 1 jutaan)
2.    Menjalankannya tidak terikat waktu dan tempat, bisa dijalankan dimanapun asal ada koneksi internet.
3.    Untuk bisa memulai, tidak harus memiliki produk sendiri (bisa menjual produk orang lain)
4.    Target Marketnya jauh lebih luas, bahkan bisa seluruh Indonesia
5.    Dibutuhkan sedikit usaha dalam menjalankannya
6.    Keuntungan yang didapatkan jauh lebih besar
•    Kelebihan Toko Online Untuk Pembeli
1.    Mudah menemukan barang yang di inginkan
2.    Untuk kasus tertentu, harga barang jauh lebih murah
3.    Bisa membandingkan harga barang antara toko online yang satu dengan lainnya
4.    Pilihan barang jauh lebih banyak


BAB III
KESIMPULAN

Dengan adanya proposal ini, dapat di pelajari tentang pengertian toko online dan bisnis online. Sehingga kita dapat melihat peluang untuk terjun ke dunia kerja dan bisa mencari uang dengan memanfaatkan toko online. Dengan begitu kita dapat berwirausaha sendiri dengan mendirikan toko online ini, juga ikut melestarikan pakaian khas negara kita yaitu batik.

BAB IV
PENUTUP

Dengan mengucapkan rasa puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas berkah-NYA yamg melimpah, sehingga saya dapat menyelasaikan proposal tugas akhir ini tepat pada waktunya. Walaupun masih banyak kekurangan dan masih jauh dari tujuan yang diharapkan.
Harapan saya semoga laporan ini dapat diterima untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian kompetensi. Melalui laporan ini kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru pembimbing dan mohon maaf atas segala kekurangan yang dapat dalam penyusunan laporan ini.
Dengan ini saya mengharapkan saran beserta kritik yang bersifat membangun untuk meningkatkan kesempurnaanya proposal ini dan demi menambah pengetahuan saya. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
http://ockym.blogspot.com/2014/12/proposal-tugas-akhir-multimedia-website.html
Artikel Terkait
0 Comments
Tweets
Comments

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment