Ekosistem Padang Rumput

Posted by Ockym al ayuby on Wednesday, 30 January 2013


Ekosistem adalah suatu tatanan kehidupan yang meliputi berbagai jenis makhluk hidup, dimana makhluk-makhluk ini memiliki hubungan timbal balik yang sangat erat, saling mempengaruhi, dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Suatu organisme yang hidup pada lingkungan tertentu akan beradaptasi dengan lingkungan tersebut, selain itu organisme ini juga akan mempengaruhi keadaan fisik lingkungan di sekitarnya. Inilah yang disebut dengan timbal balik yang saling mempengaruhi hingga terbentuklah suatu ekosistem.

Eksosistem adalah penggabungan dari setiap unti biosistem yang mengakibatkan adanya hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungan sekitar. Dalam hubungan tersebut ada sebuah aliran energi yang menuju ke sturtur biotik tertentu dan tejadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Dan tentu saja, sebagai sumber energi utamanya adalah matahari.

Dalam suatu sistem ekosistem, keberadaan organisme dalam sebuah komunitas selalu berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sekitar sebagai suatu sistem. Organisme yang berkembang tersebut akan beradaptasi dengan lingkungan fisik. Demikian pula sebaliknya lingkungan fisik sekitar organisme juga dipengaruhi oleh keberadaan dari organisme tersebut.

Hal tersebut didasarkan pada sebuah hipotesa Gaia yang menyatakan bahwa organisme, khususnya mikroorganisme bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan  di bumi sosok untuk kehidupan. Hipotesa tersebut tentu mengacu pada sebuah kenyataan bahwa kandungan kimia dari atmosfer yang ada di bumi dan bumi itu sendiri sangat terkendali. Hal tersebut berbeda dengan kondisi planet lain.

Keberadaan atau kehadiran dari suatu spesies yang ada di bumi dalam suatu ekosistem dipengaruhi oleh banyak tidaknya sumber daya alam yang ada dan juga dipengaruhi oleh faktor kimiawi serta fisis yang ada dalam ekosistem tersebut yang masih memiliki standart toleransi pada spesies tersebut. Hal ini biasa disebut dengan hukum toleransi.

Sebagai contoh adalah hewan beruang panda yang memiliki toleransi yang tinggi terhada suhu suatau lingkungan namun memiliki toleransi yang rendah terhadap makananya yakni pohon bambu. Dari contoh tersebut maka bisa ditarik kesimpulan bahwa beruang panda memiliki kemampuan untuk hidup di ekosistem apapun asalkan dalam ekosistem tersebut tersedia pohon bambu sebagai makanan utama beruang panda tersebut.

Hal tersebut tentunya berbeda dengan organisme lain yang memiliki toleransi tinggi pada lingkungan dan makanannya. Contohnya adalah manusia, manusia memiliki kemampuan yang luar biasa dibandingkan makhluk lain yang hidup di bumi ini. Kemampuan manusia tersebutlah yang menyebabkan manusia memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan dan makanan. Hal tersebut dikarenakan manusia memiliki akal yang mampu memanipulasi alam.

Pengertian Ekosistem Padang rumput


Di bumi, ada berbagai macam jenis ekosistem, salah satunya adalah ekosistem padang rumput. Ekosistem ini terbentuk pada daerah tropik maupun subtropik yang memiliki curah hujan di sekitar 25-30 cm/tahunnya. Di Indonesia, ekosistem padang rumput ini bisa ditemukan di pulau Nusa Tenggara, khususnya bagian timur.

Awal terbentuknya ekosistem ini adalah dari kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan tanaman/rumput secara luas. Rumput yang melimpah ini akhirnya menarik hewan-hewan pemakan rumput dan kelompok hewan ini pun tinggal di sana. Banyaknya hewan herbivora ini lalu menarik hewan pemangsa (karnivora) untuk ikut datang dan menyerang hewan-hewan pemakan rumput tersebut. Rantai makanan ini terus berputar sehingga terbentuklah ekosistem padang rumput.

Komponen Pendukung Ekosistem Padang Rumput

Komponen dalam eksosistem terbagi menjadi dua bagian, yakni komponen abiotik dan komponen biotik. Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:

Komponen Abiotik

Komponen abiotik merupakan komponen dalam ekosistem yang berasal dari benda tak hidup atau benda mati. Komponen tersebut adalah komponen fisik dan komponen kimia yang dijadikan media atau subtrat sebagai temapt berlangsunganya hidup. Lebih tepatnya komponen abiotik merupakan temat tinggal atau lingkungan dimana komponen biotik hidup.

Komponen abiotik sangat bervariasi dan beragam. Komponen ini dapat berbentuk benda organik, senyawa anorganik, dan juga hal-hal yang mempengaruhi pendistribusian organisme. Berikut adalah komponen abiotik yang mepengaruhi ekosistem padang rumput.

1. Suhu udara

Suhu udara mempengaruhi setiap proses yang terjadi pad amakhluk hidup. Sebagai contoh adalah penggunaan energi yang dihasilkan oleh tubuh meregulasi suhu tubuhnya.

2. Air

Air memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan makhluk yang ada di bumi. Tanpa adanya air semua makhluk hidup yang ada mati.

3. Garam

Keberadaan garam mampu mempengaruhi suatu organisme dalam proses osmosis. Ada beberapa organisme yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam yang tinggi.

4. Tanah dan batu

Karakteristik yang ada pada tanah mampu memberikan pengaruh terhadap penyebaran organisme yang ada berdasarkan kandungan yang ada pada tanah dan batu tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi tersebut adalah pH tanah dan struktur fisik tanah serta kondisi mineral yang dikandung oleh tanah.

5. Cahaya matahari

Tidak dapat dipungkiri bahwa sinar matahari merupakan satu-satunya energi yang memberikan kehidupan bagi organisme yang hidup di bumi ini. Salah satu contohnya adalah pada proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan. Tanpa adanya fotosintesi maka tumbuhan tidak bisa hidup. Padahal tumbuhan merupakan produsen bagi organisme lainnya yang tidak dapat digantikan oleh yang lainnya.

6. Iklim

Iklim merupakan kondisi cuaca suatu daerah dalam jangka waktu yang lama. Iklim menentukan tingkat toleransi kehidupan suatu organisme.

Komponen Biotik

Komponen biotik adalah komponen dalam ekosistem yang berupa organisme atau makhluk hidup. Komponen biotik dalam ekosistem merupakan komponen yang selain komponen abiotik.

Pada ekosistem ini, kita akan menemukan beberapa jenis organisme yang mendukung terbentuknya ekosistem padang rumput. Berikut adalah komponen biotik yang ada di ekosistem padang rumput.

Organisme autotrof

Organisme ini adalah jenis organisme yang bisa membuat atau menyintesa makanan sendiri mengandalkan cahaya matahari, air dan komponen udara sekitar. Organisme autotrof pada ekosistem yang ada di padang rumput adalah tanaman atau rumput. Rerumputan ini pun hidup beradaptasi dengan kelembaban lingkungan yang memiliki curah hujan yang tidak teratur.

Organisme heterotrof


Organisme kedua ini adalah jenis organisme yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Karena tidak mampu menghasilkanan sendiri maka organisme heterotof mengfungsikan organisme lain sebagai makanannya. Dalam hal ini adalah organisme autotrof yang difungsikan sebagai makanan bagi organisme heterotof.

Organisme jenis ini adalah hewan pemakan rumput yang ada di padang rumput. Hewan tersebut adalah seperti zebra, rusa, kanguru, bison, dan kuda. Hidup hewan ini bergantung pada rumput-rumput yang hidup di sekitar mereka.

Organisme heterotrof yang lain adalah hewan pemangsa yang menjadi konsumen kedua setelah hewan pemakan rumput. Hewan yang menjadi organisme heterotof tingkat kedua seperti singa, anjing liar, ular, dan manusia. Hewan pemangsa yang berkeliaran di padang rumput ini menggantungkan hidup pada hewan-hewan pemakan rumput yang menjadi target mangsa mereka.

Tidak hanya hewan pemangsa saja yang menjadi organisme autotrof. Manusia juga termasuk dalam organisme autotrof tingkat ke dua karena manusia tidak mampu menghasilkan makanan sendiri. Namun manusia mampu menggunakan akalnya untuk memanipulasi makanan.

Pengurai

Komponen terakhir adalah dekomposer atau pengurai. Sebenarnya pengurai termasuk dalam organisme heterotrof, yaitu organisme yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Tugas dari organisme yang satu ini adalah menguraikan bahan organik dari benda hidup yang sudah mati (misal: hewan mati, daun, batang pohon, dll).

Contoh dari pengurai pada ekosistem padang rumput ini adalah jamur dan bakteri. Mereka akan menyerap sebagian hasil penguraian dan membuang beberapa bahan sederhana untuk digunakan kembali oleh produsen (tanaman/rumput). Penggunaan yang dilakukan oleh produsen bermaksud sebagai tambahan makanan yang diperlukan oleh organisme autotrof untuk bertahan hidup.

Ekosistem padang rumput adalah bagian dari kehidupan, sudah selayaknya kita sebagai manusia ikut menjaga keseimbangan ekosistem ini. Misalnya, tidak sembarangan memburu hewan, baik pemakan rumput maupun hewan pemangsa seperti singa.

Perlu dijaga kestimbangan alam yang ada agar alam tetap dapat asri dan eksis hingga nanti. Memanfaatkan organisme atau makhluk yang ada dalam ekosistem pada rumput juga diperbolehkan asalakan dengan catatan bahwa hanya dimanfaatkan sewajarnya saja dan tidak mengarah pada terjadinya kerusakan.

Hal ini hanya akan menimbulkan putusnya rantai makanan, dan akan berakibat kacaunya ekosistem yang pasti merugikan manusia secara perlahan.
Artikel Terkait
0 Comments
Tweets
Comments

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment