Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

MAKALAH BAHASA INDONESIA PENGGUNAAN BAHASA ASING TERHADAP JATI DIRI BAHASA INDONESIA DI KALANGAN ANAK MUDA

Posted by Rochim

OLEH : MAHMUD ISNAINI

Bahasa Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial berinteraksi merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam hidup berkehidupan. Tentunya berikteraksi memerlukan Bahasa untuk menyampaikan pesan dan pikiran kepada lawan bicara.
Di Indonesia terdapat banyak suku daerah sehingga beragam pula Bahasa yang dimiliki Indonesia. Dan tentunya dibutuhkan Bahasa pemersatu dari ragamnya Bahasa ini, dan Indonesia menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional sekaligus Bahasa pemersatu. Sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 36 yaitu “Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia”. Selain itu kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional diikrarkan pada 28 Oktober 1928 yaitu di hari “Sumpah Pemuda” yang memiliki fungsi-fungsi sebagai: lambang identitas nasional, lambang kebanggaan kebangsaan, alat komunikasi serta alat pemersatu bangsa yang berbeda suku; agama; ras; adat istiadat dan budaya.
Namun, terlihat fenomena bahasa Indonesia di kalangan masyarakat semakin luntur seiring perkembangan zaman terutama pada kalangan muda. Lunturnya Bahasa Indonesia ini diakibatkan pembiasaan sejak kecil menggunakan Bahasa asing, sehingga terkadang mereka awam akan Bahasa nasional ini.  Melihat fenomena terjadi menjadikan saya termotivasi untuk membahas permasalahan tersebut.
Dari latar belakang di atas, peneliti tertarik memaparkan “Penggunaan Bahasa Asing Terhadap Jati Diri Bahasa Indonesia di Kalangan Anak Muda” sehingga harapan saya dengan adanya makalah ini pembaca khususnya kalangan muda mampu mempertahankan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional sesuai dengan amanat UUD 1945. 

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut :
1) Bagaimana sejarah perkembangan Bahasa Indonesia?
2) Bagaimana peran Bahasa Indonesia bagi Negara Republik Indonesia dalam UUD 1945?
3) Bagaimana fenomena penggunaan Bahasa asing di masyarakat Indonesia sekarang ?
4) Bagaimana dampak penggunaan Bahasa asing terhadap jati diri Bahasa Indonesia ?
5) Bagaimana upaya kalangan muda untuk mencintai Bahasa Indonesia ?

1.3 Tujuan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam makalah ini sebagai berikut :
1) Memaparkan peran Bahasa Indonesia bagi Negara Republik Indonesia dalam UUD 1945
2) Memaparkan fenomena penggunaan Bahasa asing di masyarakat Indonesia sekarang
3) Memaparkan dampak penggunaan bahsa asing terhadad jati diri Bahasa Indonesia
4) Memaparkan upaya kalangan muda untuk mencintai Bahasa Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia yang kini dipakai bangsa Indonesia sebagai Bahasa resmi di Negara ini dan Bahasa perhubungan pergaulan setiap hari berasal dari bahsa Melayu. Peresmian Bahasa Nasional ini terjadi pada tanggal 28 Oktober tahun 1928. Bangsa Indonesia lebih meraa terikat dalam satu ikatan karena merasa : Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Satu Bahasa.
Sebagai suatu bangsa yang hidup di tengah-tengah peraturan politik dan kebudayaan dunia, bangsa Indonesia menerima pengaruh-pengaruh yang dating dari luar. Demikian juga berlaku dalam segi bahsa. Kata-kata asing masuk ke dalam Bahasa Indonesia seperti Bahasa Sangsakerta, Bahasa Arab, Bahasa Portugis, Bahasa Tionghoa, Bahasa Belanda, Bahasa Inggris, dan lain sebagainya.
Berikut akan dipaparkan kedudukan, fungsi serta pertumbuhan Bahasa Indonesia yang penulis kutip pada majalah Medan Bahasa (2007) disampaikan oleh pihak kementerian :
a. Bahasa Indonesia ialah Bahasa resmi Negara Republik Indonesia dan bahsa kesatuan untuk segenap golongan dan semua lapisan masyarakat Indonesia seluruhnya.
b. Bahasa Indonesia ialah bahasa pengantar pada semua macam sekolah serta Bahasa penghubung antara setiap orang bangsa Indonesia dengan yang lain.
c. Bahasa Indonesia ialah satu-satunya bahasa kebudayaan bangsa Indonesia dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya sehingga setiap pendapat dapat dirumuskan dan setiap perasaan dapat dilukiskan dalam Bahasa itu.
d. Bahasa Indonesia kini sedang tumbuh dan dalam tumbuhnya menerima semua anasir yang berasal dari Bahasa asing yang memang dapat memperbaiki serta memperkaya pembendaharaan kata-katanya, sedang corak dan bentuknya akhirnya ditetapkan oleh masyarakat Indonesia.
Dari pemaparan diatas jelaslah bahwa Bahasa Indonesia ini bukan hanya Bahasa resmi namun juga merupakan Bahasa kesatuan, Bahasa penghubung, Bahasa pergaulan dan Bahasa pengantar di sekolah-sekolah dari tingkat Taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Bahasa Indonesia merupakan Bahasa kebudayaan bangsa dalam arti yang seluas-luasnya.
Slametmulya (1981 : 15)mengemukakan empat faktor menjadi penyebab diangkatnya Bahasa melayu menjadi Bahasa kesatuan, yaitu :
a. Sejarah telah membantu penyebaran bahsa Melayu. Bahasa Melayu merupakan lingua-franca di Indonesia, Bahasa perhubungan/perdagangan. Dengan bantuan para pedagang, bahsa Melayu disebarkan ke seluruh pantai Nusantara terutama di kota-kota pelabuhan. Bahasa Melayu menjadi Bahasa penghubung antarindividu.
b. Bahasa Melayu mempunyai system yang sederhana, ditinjau dari segi fonologi, morfologi, dan sintaksis. Karena sistemnya yang sederhana itu, Bahasa Melayu itu mudah dipelajari.
c. Faktor psikologi, yaitu ada keikhlasan mengabaikan semangat dan rasa kesukuan karena sadar akan perlunya kesatuan dan persatuan.
d. Kesanggupan Bahasa itu sendiri juga menjadi sakah satu faktor penentu. Jika Bahasa itu tak mempunyai kesanggupan untuk dapat dipakai menjadi bahsa kebudayaan dalam arti yang luas, tentulah Bahasa itu akan tidak dapat berkembang menjadi Bahasa yang sempurna. Kenyataannya hingga sekarang Bahasa Indonesia merupakan Bahasa yang dapat dipakai untuk merumuskan pendapat secara tepat dan mengutarakan perasaan secara jelas.
Sebelum perang dunia kedua, bahsa Indonesia tidak dihargai dengan sepantasnyawalaupun dunia pergerakan politik semakin banyak memakai Bahasa Indonesia. Dunia ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan belum menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik. Kalau ingin memperbaiki nasib, maka bukan menggunakan Bahasa Indonesia melainkan Bahasa belanda. Kemudian setelah Indonesia merdeka, Bahasa Indonesia lebih berkembang lagi dengan baik dan meluas. Bangsa Indonesia mulai sadar, tanpa Bahasa Indonesia bangsa ini tidak akan memperoleh kemajuan. Sehingga minat bangsa Indonesia untuk mempelajari Bahasa Indonesia semakin meningkat.  Akibatnya, Bahasa Indonesia mengalami kemajuan yang pesat.

2.2  Peran Bahasa Indonesia bagi Negara Republik Indonesia dalam UUD 1945
Secara politis Bahasa Indonesia lahir melalui sebuah sumpah yang diikrarkan pada Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yang terkenal dengan nama Sumpah Pemuda. Sumpah Pemudalah yang menjadi tonggak sejarah pertumbuhan dan perkembangan Bahasa Indonesia pada masa-masa berikutnya.
Bahasa Indonesia memiliki peran penting bagi Negara Republik Indonesia, yakni sebagai Bahasa nasional dan Bahasa negara.
a. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional
Selain karena tertuangnya dalam ikrar sumpah pemuda, alasan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional adalah karena Bahasa Indonesia masih digunakan hingga sekarang. Berbeda dengan negara-negara lain yang harus menggunakan Bahasa negara persemakmurannya. Seperti misalnya Malaysia, India dan lainnya yang harus bisa menggunakan Bahasa Inggris. Kemudian Bahasa Indonesia juga digunakan dalam berbagai macam media komunikasi. Misalahnya koran, buku, televisi radio, serta pada kegiatan belajar-mengajar. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional adalah
1. Sebagai lambang identitas kebangsaan : Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia.
2. Sebagai lambang identitas nasional : Bahasa Indonesia mewakili jatidiri bangsa Indonesia.
3. Sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional : masyarakat Indonesia ini terdiri dari berbagai suku dengan Bahasa yang berbeda-beda, maka akan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu Bahasa pokok yang digunkan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.
4. Sebagai alat pemersatu bangsa : mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, ras, dan budaya, Bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyrakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.
b.    Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Pembuktian dari peran Bahasa Indonesia ini adalah digunakannya Bahasa Indonesia dalam naskah Proklamasi RI tahun 1945. Sejak saaat itulah penggunaan Bahasa Indonesia berlanjut hingga sekarang, yang biasanya digunakan dalam upacara dan kegiatan ketatanegaraan baik secara lisan maupun tulisan. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa negara sebagai berikut :
1. Sebagai bahasa resmi kenegaraan : digunakan dalam kegiatan negara (formal).
2. Sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan : materi-materi yang disampaikan guru pada muridnya  haruslah menggunakan Bahasa Indonesia baik itu pada tingkat taman kanak-kanak maupun perguruan tinggi. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Sebagai penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah : digunakan dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Tujuannya agar isi yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
4. Sebagai pengembangan kebudayaan nasional,ilmu dan teknologi : penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku popular, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya menggunakan Bahasa Indonesia. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan keseluruhannya menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan pastinya menyebabkan orang lain tidak mengerti sehingga tidak sampailah tujuan dari penulisan buku tersebut.

2.3  Fenomena Penggunaan Bahasa Asing Di kalangan muda Indonesia Sekarang
Bangsa Indonesia, sebagai pemakai Bahasa Indonesia, seharusnya bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komonikasi. Dengan Bahasa Indonesia, mereka bias menyampaikan perasaan dan pikirannya dengan sempurna dan lengkao kepada orang lain. Mereka semestinya bangga memiliki Bahasa yang sedemikian itu. Namun, sebagai kenyataan yang terjadi, tidaklah demikian. Rasa bangga berbahasa Indonesia tidak lagi tertanam dalam setiap orang Indonesia. Rasa mengahargai bahsa asing masih terus menampak pada sebagian besar bangsa Indonesia. Mereka menganggap bahwa Bahasa asing lebih tinggi derajatnya daripada Bahasa Indonesia. Bahkan, meeka seolah tidak tahu perkembangan Bahasa Indonesia.
Fenomena terkait Bahasa asing yang terjadi di kalangan muda Indonesia saat ini antara lain sebagai berikut.
a. Kalangan muda Indonesia saat ini memperlihatkan dengan bangga kemahiran menggunakan Bahasa asing misalnya Bahasa inggris, walaupun mereka tidak menguasai Bahasa Indonesia dengan baik.
b. Kalangan muda Indonesia saat ini merasa malu apabila tidak menguasai Bahasa asing tetapi tidak pernah merasa malu dan kurang apabila tidak menguasai Bahasa Indonesia.
c. Kalangan muda Indonesia saat ini menganggap remeh Bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai Bahasa Indonesia dengan baik.
d. Kalangan muda Indonesia saat ini merasa dirinya lebih pandai daripada yang lain karena menguasai Bahasa asing dengan fasih, walaupun pengusaan Bahasa indonesianya kurang sempurna.
e. Pelajar Indonesia saat ini ketika ujian bisa di pastikan nilai mata pelajaran Bahasa asingnya jauh lebih baik dari Bahasa Indonesia.
Kenyataan-kenyataan tersebut merupakan sikap pemakai Bahasa Indonesia yang buruk. Hal itu akan berdampak negatif pula pada perkembangan Bahasa Indonesia. Sebagian pemakai Bahasa Indonesia menjadi pesimis, menganggap rendah, dan  tidak percaya kemampuan Bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya dengan lengkap, jelas, dan sempurna. Akibay lanjut yang timbul dari kenyataan-kenyataan tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Kalangan muda Indonesia lebih suka menggunakan kata-kata, istilah-istilah, dan ungkapan-ungkapan asing, padahal kata-kata, istilah-istilah, dan ungkapan-ungkapan itu sudah ada padanannyadalam Bahasa Indonesia. Misalnya, page, backround, reality, alternative, airport, masing-masing untuk ‘halaman’, ‘latar belakang’, ‘kenyataan’, ‘kemungkinn atau pilihan’, dan ‘lapangan terbang’ atau ‘bandara’.
b. Kalangan muda Indonesia menghargai Bahasa asing secara berlebihan sehingga ditemukan kata dan istilah asing yang “amat asing”. Hal ini terjadi karena salah pengertian dalam menerapkan kata-kata asing tersebut, misalnya rokh, insyaf, fihak, fatsal, syarat (muatan), syah (dianggap). Padahal kata-kata itu cukup diucapkan dan ditulis roh, insaf, pihak, pasal, sarat, dan sah.
c. Kalangan muda Indonesia belajar dan menguasai Bahasa asing dengan baik tetapi menguasai Bahasa Indonesia apa adanya. Terkait dengan itu, banyak orang Indonesia yang mempunyai bermacam-macam kamus Bahasa asing tetapi tidak mempunyai satu pun kamus Bahasa Indonesia. Seolah-olah seluruh kosakata Bahasa Indonesia telah dikuasainya dengan baik.
Kenyataan-kenyataan dan akibat-akibat tersebut bila tidak diperbaiki akan berakibat perkembangan Bahasa Indonesia terhambat. Sebagai kalangan muda yang baik, sepantasnya kita mencintai dan menjaga Bahasa Indonesia ini. Bahasa Indonesia harus dibina dan dikembangkan karena Bahasa Indonesia merupakan jati diri dan identitas bangsa kita. Sebagai kalangan muda kita harus menumbuhkan rasa malu karena tidak mempergunakan budaya sendiri yakni Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

2.4  Dampak Penggunaan Bahasa Asing Terhadap Jati Diri Bahasa Indonesia
Bahasa bila dianggap sebagai entitas organik seperti manusia, anggapan tentang keorganikan Bahasa itu sendiri memang telah lama menjadi perdebatan linguis. Bahasa dapat mati karena tekanan-tekanan bahsa lain yang hidup bersamanya atau mungkin Bahasa lain yang hidup membawahinya. Kelebihan dalam peran dan fungsi akan menentukan apakah Bahasa lain masih diperkenankan ikut bergerak dan bergeliat atau malahan ditutup kesempatannya dan dihilangkan sama sekali peran dan fungsinya oleh bahasa yang lebih kuat.
Bahasa Indonesia saat ini sedang bersaing bersama Bahasa asing untuk memperebutkan posisi terkuat di bangsanya sendiri yakni Indonesia. Namun, Bahasa Indonesia terlihat jarang digunakan bahkan cenderung diabaikan oleh pemiliknya. Sehingga terlihat jelas Bahasa Indonesia memiliki peran dan fungsi yang lemah di dalam masyarakat. Sebagian besar dari masyarakat mengeluh akan eksistensi Bahasa Indonesia itu sendiri dan kubur kematiannya saat ini.
Pengaruhi Bahasa asing terhadap Bahasa Indonesia tidak hanya meliputi pemungutan kata-kata, tetapi juga meliputi struktur baik struktur morfologi ataupun sintaktis. Dari dahulu, sejak berabad-abad yang lalu, pengaruh bahsa asing telah masuk ke dalam Bahasa Melayu yang menjadi dasar dari Bahasa Indonesia itu sendiri berupa pengambilan kata-kata dari Bahasa Sangskerta seperti : Naraka, puasa, pahala, agama, dewasa, dewa-dewi, durhaka, berkala, berita, ganda, ganja, manusia, mangasa, mutiara, mesra, nyala, nama, guru, ketika, usaha, utama. Setelah masuknya agama islam masuk pula pengaruh dari Bahasa Arab ke dalam Bahasa Melayu/Indonesia. Kata-kata seperti : abad, ajal, apal, awal, badan, berkat, biadab, hadir, paham, hajad, jawab, jahil, khotbah, ikhtiar, wajib, kabar, khidmat, ibarat, wafat, semua itu diambil dari Bahasa Arab. Pengaruh yang sintaksis boleh dikatakan hamper tak ada. Kalimat-kalimat Bahasa Indonesia dalam beberapa buku terjemahan Al-Qur’an terasa dipengaruhi oleh struktur Bahasa Arab, namun kebiasaan berbahasa seperti itu tidak lazim dalam masyarakat.
Yang paling besar pengaruhnya dalam Bahasa Indonesia ialah Bahasa Belanda, pengaruh itu tidak sajameliputi pemungutan kata-kata, tetapi juga meliputi bentukan kata dan truktur kalimat. Hal yang mudah dipahami apabila kita ingat, bahwa penjajahan bangsa belanda berlangsung lama sekali dan kebanyakan kaum intelek kita yang setelah kemerdekaan Indonesia langsung menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan Negara Republik Indonesia adalah orang-orang yang dihasilkan oleh sekolah-sekolah Belanda. Sebagian besar dari mereka itu pada mulanya kurang menguasai Bahasa Indonesia, Bahasa yang setelah Indonesia merdeka serta-merta menjadi Bahasa resmi dan Bahasa negara, sehingga tidaklah mengherankan apabila Bahasa yang mereka pakai adalah Bahasa Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh Bahasa Belanda.
Pada akhir-akhir ini, pengaruh Bahasa Inggris sangat besar. Banyak sekali kata-kata  Inggris dipakai di samping kata-kata Indonesia yang arti dengan kata-kata itu. Kadang-kadang malah sering kita melihat bahwa pemuda Indonesia seolah-olah keranjingan mempergunakan kata asing lebih-lebih dalam berpidato.
Kata-kata asing dari Bahasa Belanda, Inggris , atau kata yang bersifat internasional biasanya sangat diperlukan dalam Bahasa ilmiah. Sering kita mengalami kesukaran untuk menerjemahkan kata-kata itu. Jalan yang biasanya ditempuh apabila sukar memungut kata itu dan menuliskannya menurut ejaan Bahasa Indonesia, dengan perkataan lain kata itu diindonesiakan.
Pemuda-pemuda zaman sekarang merasa akan lebih dari pemuda lainnya apabila berbicara menggunakan Bahasa asing. Mereka beranggapan jika menggunakan Bahasa Indonesia akan terkesan biasa saja sehingga mendewakan Bahasa asing sebagai Bahasa keseharian mereka. Sebenarnya, faktor yang menyebabkan ini bukanlah semata-mata dari pemuda itu sendiri melainkan tuntutan pendidikan mereka untuk membiasakan diri berbicara menggunakan Bahasa asing saat di dalam forum sehingga terbawalah hingga keseharian dan dilingkungan mereka menggukan Bahasa asing tersebut.
Disisi lain tuntutan teknologi juga menjadikan mereka terbawa akan Bahasa asing ini. Mereka sering bergelut dengan teknologi, dan Bahasa yang digunakan teknologi itu sendiri secara umumnya menggunakan Bahasa asing.  

2.5 Upaya Kalangan Muda Untuk Mencintai Bahasa Indonesia
Dalam era globalisasi ini, jati diri Bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang jelas-jelas tidak sesuai dan bahkan tidak cocok dengan Bahasa dan budaya Indonesia. Pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri Bahasa Indonesia. Sudah barang tentu, hal ini semua menyangkut tentang kedisiplinan berbahasa nasional, yaitu pematuhan aturan-aturan yang berlaku dalam Bahasa Indonesia dengan memerhatikan situasi dan kondisi pemakaiannya. Dengan kata lain, pemakaian Bahasa Indonesia yang berdisiplin adalah pemakaian Bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah atau aturan pemakaian Bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan kondisinya.
Sebagai kalangan muda haruslah menumbuhkan dan membina sikap positif terhadap Bahasa Indonesia itu sendiri. Untuk menyatakan sikap positif ini dapat dilakukan dengan (1) sikap kesetiaan berbahasa Indonesia dan (2) sikap kebanggaan berbahasa Indonesia. Sikap kesetiaan berbahasa Indonesia terungkap jika mereka lebih suka memakai Bahasa Indonesia daripada Bahasa asing dan bersedia menjaga agar pengaruh asing tidak terlalu berlebihan. Sikap kebanggaan berbahasa Indonesia terungkap melalui kesadaran bahwa Bahasa Indonesia pun mampu mengungkapkan konsep yang rumit secara cermat dan dapat mengungkapkan isi hati yang sehalus-halusnya. Yang perlu dipahami adalah sikap positif terhadap Bahasa Indonesia ini tidak berarti sikap berbahasa yang tertutup dan kaku. Bangsa Indonesia tidak mungkin menuntut kemurnian Bahasa Indonesia dan menutup diri dari saling pengaruh dengan Bahasa asing. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bisa membedakan mana pengaruh positif dan mana pengaruh negative terhadap perkembangan Bahasa Indonesia. Sikap posited seperti inilah yang bisa menanamkan percaya diri kalangan muda bahwa Bahasa Indonesia itu tidak ada bedanya dengan Bahasa asing lain. Masing-masing Bahasa mempunyai kekurangan dan kelebihan. Dengan sikap postif yang diberikan oleh kalangan remaja ini tentunya akan membantu bangsa Indonesia dalam mempertahankan Bahasa Indonesia, sehingga Bahasa Indonesia itu sendiri mampu bertahan dari pengaruh negatif asing.
Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antarabangas yang sangat rumit. Untuk itu, bangsa Indonesia harus menyiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Salah satu hal yang diperhatikan masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri Bahasa. Dan ini merupakan tugas utama dari kalangan muda bangsa Indonesia dikarenakan merekalah yang menjadi acuan pemimpin bangsa di masa depan. Bahasa Indonesia menjadi ciri budaya bangsa Indonesia yang dapat dianalan di tengah-tengah pergaulan antarbangsa pada era globalisasi uni. Bahkan Bahasa Indonesia pun saat ini menjadi bahan pembelajaran di negara-negara asing seperti Australia, Belanda, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Cina, dan Korea Selatan. Apakah ini tidak cukup untuk menjadi dasar kebanggaan kita sebagai kalangan muda bangsa Indonesia?

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Dewasa ini Bahasa Indonesia jauh dari apresiasi prasaan bangga dari pemiliknya. Sehingga sangat diperlukan bantuan dari kalangan muda untuk membina dan menunbuhkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia. Tentunya ini bertujuan agar Bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa nasional tidaklah punah di tempat tinggalnya sendiri. Kalangan muda harus mampu memfilter pengaruh asing masuk, sehingga tidak merusak hingga melunturkan Bahasa Indonesia yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

3.2 Saran
Pengaruh asing memang tidak bisa dihindari, namun sebagai generasi muda diharapkan mampu memfilter pengaruh yang mana yang pantas untuk di terima. Mencintai dan membuadayakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi menjadikan Bahasa Indonesia  semakin kuat mempertahankan dirinya. Kemudian kalangan muda juga seharusnya bangga akan Bahasa nasionalnya sendiri.
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis berharap kepada penulis selanjutnya untuk lebih focus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber-sumber yang lebih banyak dan dapat di pertanggungjawabkan. 


DAFTAR PUSTAKA

Rahardi Kunjana. 2006. Bahasa Kaya Bahasa Berwibawa. Jogjakarta : Andi
Offset.
Badudu JS. 1981. Pelik-pelik Bahasa Indonesia. Bandung : Pustaka Prima.
Muslich Masnur. 2012. Bahasa Indonesia Pada Era Globalisasi. Malang : Bumi
Aksara
Dardjowidjojo soenjono. 1995. Dari Sumpah Pemuda ke Pesta Emas Kemerdekaan 1928-1995. Bandung : ITB Bandung.
http://www.kompasiana.com/nunungsuryani/pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-bahasa-indonesia_5517fedba333115307b661fc (diakses 28 November
2016)
https://www.academia.edu/5053441/PENGARUH_BAHASA_ASING_DALAM_PERKEMBANGAN_BAHASA_INDONESIA_2_Votes_I._PENDAHULUAN
(diakses 28 November 2016)
More about → MAKALAH BAHASA INDONESIA PENGGUNAAN BAHASA ASING TERHADAP JATI DIRI BAHASA INDONESIA DI KALANGAN ANAK MUDA

MAKALAH DAMPAK ROKOK BAGI KUALITAS BELAJAR REMAJA

Posted by Rochim



OLEH : MAHMUD ISNAINI
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Rokok adalah silinder dari kertas yang berukuran panjang 70-120mm dengan diameter 10mm dan berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah. Rokok di bakar pada salah satu ujungnya dan di biarkan membara agar dapat di hisap asapnya di ujung lainnya. Rokok biasanya di jual dengan bungkusan berbentuk kotak atau terbuat dari kertas agar mudah di masukkan ke dalam kantong.
Tak jarang kita temui saat ini, remaja di bawah umur dengan bebasnya merokok. Padahal status mereka sebagai seorang pelajar. Dan pelajar yang merokok memiliki dua dampak. Yaitu dampak negatif dan dampak positif. Dimana dampak dari remaja yang merokok ini sangat berkaitan denga kualitas belajar mereka.
Dampak negatif dari remaja yang merokok ini yaitu seperti kita ketahui bahwa banyak zat kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok yang mana dapat menjadikan remaja kecanduan dengan rokok,membuat penampilan fisik remaja perokok tidak terurus seperti kulit muka kering dan mata merah menjadikan remaja tidak percaya diri untuk belajar, menjadikan remaja bolos sekolah, menjadikan remaja mudah terjangkit penyakit dan lain sebagainya. Dan dampak-dampak tersebut menurunkan kualitas belajar remaja.
Tapi, tak hanya dampak negatif yang di timbulakan oleh remaja yang merokok. Karena juga terdapat dampak positif dari remaja yang merokok yang mempengaruhi kualitas belajar mereka. Contohnya seperti menjadikan remaja lebih keren dengan merokok hingga menumbuhkan semangat dalam belajar, menjadikan remaja konsentrasi dalam belajar, memberikan inspirasi baru ketika remaja belajar sambil merokok, menjadikan remaja yang merokok lebih mudah dalam berinteraksi, dan lain sebagainya. Dari dampak-dampak di atas merokok sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan kualitas mereka dalam proses belajar. Belajar di sini bukan hanya pembelajaran formal yang di berikan guru di sekolah kepada siswa. Tapi, belajar di sini yaitu seluruh proses dalam meningkatkan kemampuan maupun potensi-potensi yang di miliki baik itu bersifat akademik ataupun non-akademik.
Dari latar belakang di atas, penulis tertarik memaparkan dampak rokok bagi kualitas belajar remaja. Agar pembaca dapat mengantisipasi dampak negatif merokok bagi kualitas belajar remaja dan dapat menggunakan rokok pada ranah positif dalam mengembangkan kualitas belajar remaja.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini sebagai berikut.
1) Apa pengertian rokok?
2) Bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi remaja merokok
3) Bagaimana dampak rokok bagi kualitas belajar pelajar?

1.3 Tujuan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan makalah ini adalah sebagai berikut.
1) Menjelaskan Pengertian Rokok
2) Menjelaskan Faktor-faktor penyebab pelajar merokok
3) Menjelaskan dampak rokok bagi kwalitas belajar pelajar

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rokok
Rokok secara umum adalah gulungan kertas berukuran panjang 70-120 mm dengan diameter 10 mm dan berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya yang dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dengan mudah dimasukkan kedalam kantong.
Rokok menurut Sunarno (2008: 45) termasuk narkoba jenis zat adiktif, karena seorang perokok biasanya ketagihan. Zat yang terkandung dalam rokok menyebabkan orang merasa ketagihan. Zat tersebut adalah nikotin. Orang yang merokok biasanya merasa nikmat dan nyaman serta dapat meningkatkan produktivitas. Namun jika mereka tidak merokok maka mereka akan merasa loyo, tidak produktif, tidak berdaya, dan lemas.
Menurut Em Zul Fajri dan Ratu Aprilia Senja (2008: 714), rokok adalah gulungan tembakau yang dibakar dan dihisap asapnya.
Menurut Dody D. A. Armis Dally dkk (2010: 188), rokok adalah gulungan tembakau dengan kertas atau daun jagung.
Sedangkan merokok menurut Aiman Husaini (2006: 21) berarti membakar tembakau dan daun tar, serta menghisap asap yang dihasilkannya. Asap yang dihasilkan membawa bahaya dari sejumlah kandungan tembakau dan juga bahaya dari pembakaran yang dihasilkannya.
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah dari suku bangsa Indian di Amerika, untuk keprluan ritual seperti memuja dewa dan roh. Pada abad ke-16, ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjajah Eropa itu ikut-ikutan menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok itu muncul dari kalangan bangsawan Eropa. Tapi, berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang yang merokok hanya untuk kesenangan semata. Pada abad 17 para pedagang Spanyol mulai masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk Negara-negara Islam.

2.2 Faktor-Faktor Penyebab Remaja Merokok
Dewasa ini, tak jarang kita melihat remaja yang merokok baik itu di lingkungan luar sekolah maupun di lingkungan sekolah. Sehingga sering sekali terdengar orang tua pelajar mendapat panggilan dari sekolah dikarenakan anknya yang sering merokok di lingkungan sekolah. Berikut beberapa faktor pelajar merokok:
a) Faktor orang tua dan keluarga
Nyata sekali terlihat para remaja yang merokok, banyak sekali mereka menyebutkan alasan mereka merokok yakni karena mereka frustasi dengan keadaan keluarga mereka yang tidak harmonis. Sehingga saat mereka merokok kurang mendapat perhatian lebih atas perilaku negatif mereka ini. Tidak adanya teguran dari keluarga atas perilaku merokok ini, membuat mereka nyaman dengan kebiasaan ini.
b) Faktor Lingkungan
Selain orang tua dan keluarga, lingkungan juga merupakan tempat  bersosial. Yang mana lingkungan ini juga berpengaruh dalam pembentukan fikiran, sikap, perilaku, dan karakter. Apabila suatu lingkungan baik maka akan baik pula perkembangan remajanya. Begitu juga jika suatu lingkungan memiliki kebiasaan merokok, maka tak dapat dipungkiri para remaja di lingkungan tersebut berpotensi menjadi perokok juga.
c) Iklan Rokok
Iklan rokok memberi gambaran seakan-akan perokok adalah suatu lambang keglamoran seorang. Sehingga memicu para remaja untuk merokok.
d) Ingin Terlihat Dewasa
Masa muda adalah masa ketika seorang sampai pada tahap mencari jati diri. Pada masa ini biasanya remaja meniru tingkah laku orang dewasa. Tujuannya tak lain agar mereka juga terlihat dewasa. Ketika mereka melihat orang yang lebih dewasa dari mereka merokok, maka mereka juga akan merokok.
e) Dorongan Eksperimen
Sudah menjadi kebiasaan dalam perkembangan anak, mereka ingin mengetahui hal-hal baru dalam hidupnya. Begitu pula dengan merokok. Rasa ingin tahu yang tinggilah yang menyebabkan mereka merokok.
f) Banyaknya Beban Pikiran
Remaja sering kali merasakan jenuh, bosan, galau, putus asa dan lain sebagainya, sehingga membuat mereka merokok. Karena dengan merokok seluruh beban mereka akan hilang.

2.3 Dampak Rokok Bagi Kwalitas Belajar Remaja
Merokok bagi remaja  merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menghilangkan gangguan yang ada di pikirannya seperti; galau, tertekan, frustasi, jenuh, dan lain sebagainya. Dalam hal merokok ini, mengundang banyak kontroversi di kalangan remaja mulai dari dianggapnya remaja yang merokok merupakan remaja yang boros, egois, bahkan remaja yang nakal.
Merokok di kalangan remaja sebenarnya memiliki dua sisi yaitu sisi negatif dan sisi positif. Tergantung bagaimana cara kita memandangnya dan bagaimana niat remaja itu sendiri dalam merokok.
2.3.1 Dampak Negatif Rokok Bagi Kwalitas Belajar Remaja
a) Memberikan Efek Ketergantungan (Kecanduan)
Zat Nikotin yang terdapat pada rokok memberikan efek ketergantungan atau biasa kita sebut kecanduan. Remaja yang merokok akan terkena efek tersebut. Sehingga mengurangi waktu belajar remaja tersebut. Dengan merokok ini remaja tidak bisa belajar dengan optimal.
b) Menjadikan Remaja Bolos Sekolah
Remaja yang merokok terlebih, pelajar yang sudah kecanduan rokok akan sering meluangkan waktu sekolahnya untuk merokok. Karna rasa tidak nyaman yang dirasakan saat tidak merokok. Juga tidak mungkin remaja merokok dirumah yang tidak terlepas dari pengawasan orang tua. Oleh karenanya, remaja tersebut bolos sekolah hanya untuk merokok. Yang pada hakikatnya mereka akan tertinggal banyak pelajaran penting dari sekolah.
c) Sebagai Sumber Penyakit
Zat yang terkandung dalam rokok menimbulkan banyak sekali penyakit bagi pengosumsinya.
Nikotin
Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan pengisap asapnya mengalami tekanan darah tinggi, lemahnya sistem organ tubuh, kulit kurang darah dan oksigen, penyumbatan pembulu nadi, dan lain sebagainya.
Tar
Salah satu unsur dalam asap rokok adalah tar yang cepat menyebabkan gejala penyakit kanker karena terkandung bahan-bahan karnosigen, yaitu unsur kimia penyebab kanker.
Karbon Monoksida
Karbon Monoksida (CO) adalah gas beracun yang paling berbahaya.Karena mempunyai daya ikat yang kuat terhadap butir darah merah yang seharusnya membawa oksigen. Jadi, jika nikotin menyebabkan peningkatan kebutuhan akan oksigen, CO justru mengurangi pemasukan oksigen dalam darah. Keadaan ini menyebabkan perokok sering bernapas pendek dan kurang stamina. CO juga mempercepat penyempitan pembuluh darah terutama sekali pada jantung dan kaki.
Jika remaja terjangkit penyakit sebagaimana tertulis maka akan sangat mempengaruhi kualitas belajar remaja tersebut. Yaitu apabila mereka sakit, mereka tidak akan bisa mengikuti proses pembelajaran sebagaimana mestinya disekolah, juga perkembangan pengetahuan remaja tersebut akan terhambat karena mereka harus cuti dari sekolah untuk beberapa waktu.
2.3.2 Dampak Positif Rokok Bagi Kwalitas Belajar Remaja
Rokok tidak hanya meberikan dampak negatif bagi remaja, tapi juga memberikan   dampak positif bagi remaja.
a) Membuat Remaja Konsentrasi Dalam Belajar
Remaja kerap  merasakan jenuh, bosan, tertekan karena belajar terus-menerus. Hal ini membuat remaja tidak konsentrasi ketika belajar. Merokok dapat memberikan sugesti yang luar biasa dan berpengaruh baik bagi remaja. Karena dapat menghilangkan beban pikiran yang mereka rasakan. Dengan begitu mereka dapat belajar dengan konsentrasi dan optimal.
b) Memberikan Inspirasi Bagi Remaja
Remaja yang belajar sambil merokok, akan lebih banyak menemukan inspirasi baik berupa opini ataupun ide-ide sehingga membantu remaja dalam menyelesaikan tugas mereka. Dan inspirai yang di dapatkan remaja saat merokok dapat membantu dalam perkembangan proses belajar mereka.
c) Memudahkan Remaja Dalam Berinteraksi
Karena merokok, pelajar tentunya akan membawa rokok dan korek kemanapun mereka pergi. Saat ada orang lain membuituhkan korek, remaja yang merokok tentu akan menjadi pahlawan karena mereka membawa korek. Dari sini, remaja akan memiliki interaksi yang baik dengan orang lain dan merekajuga akan memiliki banyak teman.
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Dari pembahasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa;
a) Rokok adalah gulungan kertas berukuran panjang 70-120 mm dengan diameter 10 mm, berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah yang di produksi oleh PT (Perseroan Terbatas) dan didalamnya terdapat zat nikotin yang menyebabkan pengonsumsi mengalami ketergantungan (Kecanduan) Rokok dibakar pada salah satu ujungnya yang dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dengan mudah dimasukkan kedalam kantong.
b) Berikut beberapa faktor yang menyebabkan remaja merokok adalah;
- Faktor orang tua dan keluarga
- Faktor lingkungan
- Iklan rokok
- Ingin terlihat dewasa
- Dorongan eksperimen
- Banyaknya beban pikiran
c) Dampak rokok terhadap kualitas belajar remaja
Setiap sesuatu tentunya memiliki dua dampak, yaitu dampak negatif dan positif. Begitu pula dengan dampak rokok bagi kualitas belajar remaja.
1.Dampak Negatif
- Menjadikan remaja kecanduan rokok
- Menjadikan remaja bolos sekolah
- Menyebabkan remaja mudah terserang penyakit.

2. Dampak Positif
- Menjadikan remaja konsentrasi dalam belajar
- Memberikan inspirasi bagi remaja
- Memudahkan remaja dalam berinteraksi

3.2 Saran
Sebagai remaja kita harus pandai memilih teman bergaul. Karena teman akan mempengaruhi perilaku sampai karakter kita. Merokok boleh saja jika memberikan pengaruh positif seperti; membangun tingkat kreatifitas, memberikan semangat dan lain sebagainya. Asalkan rokok tidak memberikan pengaruh negatif seperti; mengganggu kenyamanan orang lain, menjadikan pribadi egois, boros, dan berbuat tindakan criminal lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
- Ihsan, Syaikh. (2009). Kitab Kopi Dan Rokok, Yogyakarta: LKiS
- Jaya, Muhammad. (2009). Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok, Jakarta: Riz’ma
More about → MAKALAH DAMPAK ROKOK BAGI KUALITAS BELAJAR REMAJA

MAKALAH BAHASA INDONESIA PENGARUH PROGRAM PKPBA TERHADAP KUALITAS BELAJAR MAHASANTRI

Posted by Rochim


OLEH : MAHMUD ISNAINI


BAB I
PEDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
1. Teori belajar Behaviorisme
Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
2. Teori Belajar kognitivisme
Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
Peneliti yang mengembangkan teori kognitif ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar.Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan.
3. Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong.
Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.
Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.
Banyaknya kegiatn akan menghmbat kualitas belajar mahasantri, semua kegiatan-kegiatan ini wajib untuk diikuti, maka dari itu penghambat kualitas belajar mahasantri adalah lingkungan disekitarnya, sangat banyak kegiatan-kegiatan yang wajib dilakukan mulai dari pagi hingga malam hari, yang membuat mahasantri lelah dengan semua kegiatan wajib itu sehingga kualitas belajar mereka menurun dari sebelumnya.
Adapun pemililah program PKBA dikarenakan, PKPBA adalah model pembelajaran bahasa arab yang diterapkan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dimana PKPBA ini menjadi andalan bagi kampus tersebut.
Berdasarkan obsrvasi dilapangan, PKPBA menjadi beban sebagian mahasantri sehingga dia tidak mengikuti PKBA tersebut sama sekali, dan menganggap PKPBA hanya sebagai pembelajaran tambahan saja.
Dari latar belakang di atas, peneliti tertarik memaparkan “peran PKPBA terhadap kualitas belajar mahasantri” karena ini menarik untuk diteliti, dalam hal ini sangat banyak mahasantri yang mengelu terhadap program PKPBA.
Pada makalah ini kita akan mengetahui bagaimana mahasantri menanggapi program PKPBA. Dan apakah mahasantri dapat mengatasi PKPBA jika memang itu adalah sebuah beban bagi mereka, serta kita dapat mengetahui bagaimana cara mahasantri bisa memanajemen waktu untuk bisa menjalankan PKPBA dengan baik
Dari hasil placement test ini nantinya para mahasiswa akan dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan kemampuan yaitu Mubtadi` (dasar), Mutawasith (menengah), dan mutaqoddim (tinggi), di mana pada masing-masing level sistem dan metode pembelajaran bahasa Arabnya berbeda.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini sebagai berikut.
1) Bagaimana Peranan PKPBA?
2) Apa dampak negatif dan positif PKPBA kualitas belajar mahasantri?
3) Bagaimana Upaya mahasantri memanajemen waktu untuk meningkatkan kualitas belajar?

1.3 Tujuan Makalah
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh PKPBA terhadap kualitas mahasantr yang dimana sangat banyak mahasantri yang mengeluhkan program PKPBA ini. Dan juga mengetahui bagaimana cara-cara mahasantri dalam memanejemen waktunya agar bisa menjalankan PKPBA dengan baik

BAB II
PEMBAHASAN
Menyambut mahasiswa baru di UIN MALIKI Malang, PKPBA melaksanakan Placement Test yang dilaksanakan pada Senin, 15 Agustus 2016. Test yang bertujuan untuk mengklasifikasikan kemampuan bahasa Arab mahasiswa baru ini diikuti oleh kurang lebih 3300 mahasiswa yang dibagi ke 83 kelas.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya soal placement test kali ini meliputi empat marahah, di mana sebelumnya hanya mencakup dua maharah saja yaitu Qiroah dan Kitabah. “sengaja tahun ini kita melakukan tes untuk semua maharah agar kita benar-benar mengetahui kemampuan bahasa Arab mahasiswa di empat maharah tersebut, sehingga pengelompokan kelas nanti efektif dan sesuai dengan kemampuannya” tutur Ibnu Ahmad selaku bagian akademik di PKPBA.

2.1 Peran PKPBA
Peran PKPBA sangatlah penting dalam menunjang nilai perkuliahan bagi mahasisa smester satu dam mahasiswa smester dua, yang dimana nilai PKPBA dimasukkan kedalam IPK mahasiswa untuk menjadi nilai tambahan bagi mahasiswa. PKPBA sebagai pedoman bagi mahasantri untuk mendapatkan sertifikat yang nantinya akan menjadi syarat untuk mengikuti siding skripsi, maka dari itu perkuliahan PKPBA harus diikuti.
Jika perkuliahan PKPBA tidak dijalankan oleh mahasantri maka itu akan membuat nilai PKPBA dan nilai kuliah regulernya juga ikut menurun, oleh sebab itu banyak mahasantri yang mengeluh akan adanya program PKPBA ini.

2.2 Dampak program PKPBA bagi mahasantri
PKPBA sangat berdampak bagi para mahasantri baik itu jika dijalankan dan tidak dijalankan, berikut ini adalah dampak negative dan positf PKPBA
a. Dampak Negatif PKPBA
Menurut mahasantri jika dia mengikuti PKPBA secara rutin, maka dia akan mengalami rasa capek dan jika capek ilmu tidak akan masuk kedalam otak mereka karena merasa ngantuk pada saat dikelas. Tidak bisa fokus dalam kuliah regulernya, ini masih bercabang, ada kegiatan mahad, ada kuliah PKPBA, dan ada kuliah regular.
Jika mahasantri tidak lulus dalam perkuliahan PKPBA, maka dia tidak akan mendapatkan sertifikat dan harus mengulang pada semester lima nantinya. tentunya ini akan membuat mahasantri malu jika dia harus mengulang bersama dengan mahasantri baru. Disinilah kedilemaan mahasantri untuk ingin menjalankan PKPBA atau tidak menjalankannya, jika dijalankan maka akan berdampak pada pengerjaan tugas dimalam hari, jika tidak dijalankan maka berdampak pada absen yang sehari ada tiga kali absen, jika satu hari tidak hadir maka absen akan hiang sebanyak tiga.
b. Dampak positif PKPBA
Dampakpositif dari adanya program PKPBA ini menurut mahasantri cukup bagus, diantaranya adalah mahasantri mampu berbahasa arab dengan baik jika itu ditekun dengan baik pula, mengisi aktu kosong disiang hari, lebih banyak mengenal orang, mengenal dosen, mampu memanajemen waktu, dan menambah kesibukan.
Itulah dampak positif PKPBA menurut mahasantri UIN Malang putri, beda lagi dampak positif PKPBA versi putra, yaitu mampu mnghafalkan kosa kata bahasa arab dengan banyak walaupun lama-kelamaan akan di lupa, masuk ke kelas dapat absen tanpa mendapatkanpelajaran

2.3 Bagaimana Upaya mahasantri memanajemen waktu untuk meningkatkan kualitas belajar?
Menurut mahasantri, cara menyelaraskan kuliah regular dan kuliah PKPBA adalah dengan cara dalam satuhari bolos antara satu sampai dua jam pelajaran PKPBA, tujuan mahasantri mlakukan ini bukanlah hanya sekedar bolos belaka, melainkan untuk mengambil jam istirahat jika mahasantri sedang sakit. Cara yang kedua adalah menerjakan tugas diwaktu kosong saat tidak ada jam kuliah regular, sehingga mahasantri dapat mengikuti perkuliahan PKPBA dengan baik tanpa harus bolos,
Di perkuliahan PKPBA juga ada kebijakan yang diberikan oleh dosen kepada mahasantri yang tidak hadir satu jam pada saat PKPBA, yaitu jika dia tidak hadir satu jam maka itu tetap dianggap Hadir oleh dosen pengajar masing-masing, tapi info ini masih banyak mahasantri yang belum mengetahui ini

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Berdasarkan hasil observasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa PKPBA adalah suatu program pembelajaran yang hanya dimiliki oleh Universits Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dimana ini adalah menjadi program andalan disetiap tahunnya. Banyaknya kegiatn akan menghmbat kualitas belajar mahasantri, yang dimana semua kegiatan-kegiatan ini wajib untuk diikuti, maka dari itu penghambat kualitas belajar mahasantri adalah lingkungan disekitarnya yang dimana sangat banyak kegiatan-kegiatan yang wajib dilakukan mulai dari pagi hingga malam hari, yang membuat mahasantri lelah dengan semua kegiatan wajib itu sehingga kualitas belajar mereka menurun dari sebelumnya.

3.2 Saran

Berdasarkan makalah ini, dapat diberi saran bahwa bagaimana cara mahasantri untuk memanejemen waktunya sehingga mahasantri dapat menjalankan semua kegiatan dikampus dengan baik tanpa adanya kendala.
More about → MAKALAH BAHASA INDONESIA PENGARUH PROGRAM PKPBA TERHADAP KUALITAS BELAJAR MAHASANTRI

MAKALAH PSIKOLOGI "TINGKAH LAKU"

Posted by Rochim

OLEH : MAHMUD ISNAINI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tanpa kita sadari ternyata banyak sekali ilmu – ilmu psikologi yang setiap hari kita lakukan, namun kita tidak mengetahui ilmunya. Disini kami selaku kelompok sembilan (9) akan menjelaskan tentang terbentuknya tingkah laku manusia, dan beberapa yang mendasari dari tingkah laku manusia.
Semoga dengan makalah yang kami buat ini, kita semua dapat mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta menambah wawasan bagi teman – teman semua.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam makalah ini dapat dikemukakan sebagai berikut ;
1. Apa Pengertian Tingkah Laku?
2. Apa Saja Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkah Laku?
3. Apa Saja Bentuk Dari Tingkah Laku?
4. Apa Saja Determinan Dari Tingkah Laku?
5. Bagaimana Proses Terjadinya Tingkah Laku?
6. Apa Saja Metode Untuk Meneliti Tingkah Laku?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah ;
1. Menjelaskan Pengertian Tingkah Laku Dan Psikologi Tingkah Laku.
2. Menjelaskan Pengertian Tingkah Lalu.
3. Menjelaskan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkah Laku.
4. Menjelaskan Determinan Tingkah Laku.
5. Menjelaskan Proses Terjadinya Tingkah Laku.
6. Menjelaskan Beberapa Metode Untuk Meneliti Tingkah Laku.

BAB II
PEMBAHASAN TENTANG TINGKAH LAKU

A. Pengertian tingkah laku manusia
Tingkah Laku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Oleh sebab itu, dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuh –tumbuhan, binatang sampai dengan manusia itu bertingkah laku, karena mereka mempunyai aktifitas masing –masing. Sehingga yang dimaksud tingkah laku manusia, pada hakikatnya adalah tindakan atau aktifitas manusia dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain: berjalan, berbicara, tertawa, bekerja, kuliah. Tingkah laku manusia adalah sekumpulan tingkah laku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, persuasi, dan/ atau genetik.

B. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkah laku manusia
Genetika adalah bersifat keturunan atau bawaan dari lahir.
Sikap adalah suatu ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap tingkah laku tertentu.
Norma sosial adalah pengaruh tekanan sosial.
Kontrol tingkah laku adalah pribadi atau kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya melakukan suatu tingkah laku.

C. Bentuk Tingkah Laku
Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka tingkah laku dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
Laku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (covert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan / kesadaran, dan sikap yang terjadi belumbisa diamati secara jelas oleh orang lain.
Tingkah Laku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek (practice).

D. Determinan Tingkah Laku
Meskipun bentuk stimulusnya sama namun bentuk respon akan berbeda dari setiap orang. Faktor –faktor yang membedakan respon terhadap stimulus disebut determinan perilaku.
Determinan perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
Faktor internal yaitu karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat given atau bawaan misalnya : tingkat kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, dan sebagainya.
Faktor eksternal yaitu lingkungan, baik lingkungan fisik, ekonomi, politik, dan sebagainya. Faktor lingkungan ini sering menjadi faktor yang dominan yang mewarnai perilaku seseorang.

E. Proses Terjadinya Tingkah Laku Manusia
Di dalam diri manusia terjadi proses yang berurutan, yakni:
  1. wareness (kesadaran), yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui setimulus (objek) terlebih dahulu.
  2. Interest, yakni orang mulai tertarik kepada stimulus.
  3. cevaluation (menimbang – nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya). Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi
  4. Trial, orang telah mulai mencoba tingkah laku yang baru
  5. adoption, subjek telah bertingkah laku sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus.

Apabila penerimaan tingkah laku baru atau adopsi tingkah laku melalui proses seperti ini didasari oleh pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang positif maka tingkah laku tersebut akan menjadi kebiasaan atau bersifat langgeng .

F. Berikut beberapa metode untuk meneliti tingkah laku
Metode pengamatan
Untuk mempelajari tingkah laku seorang anak perlu menerapkan metode ini yaitu dengan mengamati dari jarak jauh tanpa diketahui anak. Setelah melihat kelakuan anak, perlu dicatat lalu diteliti dan metode ini ditunjukkan untuk 1 orang anak saja, namun juga bisa dengan beberapa anak dengan cara bergantian.
Metode tes dan eksperimen
Dalam meneliti anak tidak mudah yang dibayangkan. Perlu menerapkan metode eksperimen dan tes. Untuk metode eksperimen hanya terbatas tentang penyelidikan yang bisa diamati dengan indera, namun untuk gejala rohani masih sulit dilihat. Eksperimen bermanfaat dilakukan karena setiap kelemahan pasti ada kelebihan. Seperti peristiwa yang diulang-ulang dan diselidiki secara teliti. Sedangkan untuk tes bisa mengajukan beberapa pertanyaan sesuai dengan tingkat usia. Tes ini bisa melihat tentang kecerdasan anak mulai dari sangat bodoh, bodoh, normal, pintar, cerdas sampai jenius.
Metode klinis
Bentuk penelitian yang ditujukan untuk anak dengan cara mengajak berbicara, mengamati, dan tanya jawab. Penggunaan metode ini berasal dari kombinasi antara observasi dan eksperimen. Metode ini digunakan untuk meneliti pola pikir, perilaku dan perkembangan bahasa anak.  Dengan metode ini mudah mendapatkan berbagai macam informasi langsung dari sumbernya.
Metode pengumpulan
Metode ini meliputi beberapa daftar pertanyaan yang tersusun untuk mendapatkan suatu informasi dari objek yang akan diteliti dan dipelajari. Dengan cara mengetahui biografi yaitu dengan mempelajari dan memahami tentang riwayat hidupnya. Baik yang ditulis sendiri muapun ditulis oleh pihak lain. Biografi ini bisa dijadikan bahan untuk meneliti lebih dalam tentang kejiwaan anak yang akan diselidiki dengan mudah. Bisa juga menyelidiki lewat buku harian. Biasanya buku harian merupakan media untuk mengungkapkan kejiwaaan seseorang. Itulah tingkah laku dan cara untuk mempelajarinya yang wajib untuk diketahui dan dilaksanakan jika ingin mengetahui tentang jenis tingkah laku seseorang. Namun sebelum menyelidiki tingkah laku orang lain, sebaiknya perbaiki dulu pengertian tingkah laku itu sendiri.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN  
Secara global tingkah laku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Tingkah laku timbul apabila ada sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi, yakni disebut dengan rangsangan. Dan tingkah laku tersebut dapat berubah yang awalnya negatif menjadi positif apabila ada lingkungan yang kuat yang dapat merubah seseorang menjadi karakter yang lebih baik. Dan apabila karakter itu dibawa dengan kesadaran maka karakter tersebut akan bisa menjadi permanen.

B. SARAN
Sebaiknya manusia bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk, bertambahnya usia manusia dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan pintar – pintar mencari pergaulan, yang pasti tidak jauh dari agama, karena itu pedoman kehidupan manusia.
More about → MAKALAH PSIKOLOGI "TINGKAH LAKU"

Makalah Tentang Pergaulan Bebas

Posted by Rochim

OLEH : MAHMUD ISNAINI
NIM. 16410075 

MAHASISWA PSIKOLOGI 
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI  MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam memasuki masa dewasa ini kita cendrung menginginkan kesenangan duniawi saja, tanpa memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan akibat perbuatannya tersebut. Kita banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang tanpa ada batas. Ini akibat adanya pergaulan bebas yang terjadi pada sekarang. Anak remaja sekarang banyak menyalah artikan arti pergaulan bebas yang sebenarnya. Mereka hanya tahu kalau kita bebas melakukan perbuatan apapun itulah yang ada dibenak mereka semua. Salah satu contoh yang selalu dilakukan anak remaja sekarang adalah Seks Bebas
Biasanya para remaja melakukan perbuatan-perbuatan memalukan itu karena rasa ingin tahunya dan ingin mencoba sesuatu. Seperti halnya seks bebas, mereka melihat adegan-adegan yang melanggar agama akhirnya nafsu mereka bergerak dan ingin mencobanya. Merekapun melakukan hal itu dengan pasangannya tapi bukan istrinya melainkan bersama dengan pacar mereka. Untuk itu saya mencoba mengangkat judul bahaya pergaulan bebas, agar para pembaca terkhusus untuk para remaja sekarang untuk menghindari pergaulan bebas dan tahu dampak pergaulan bebas.
Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan  individu,dapat juga 
oleh individu dengan kelompok. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya.Pergaulan ini kebanyakan terjadi pada seorang remaja.
- See more at: http://catatanmakalah.blogspot.com/2014/04/makalah-tentang-pergaulan-bebas.html#sthash.PugiaGyj.dpuf
Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan  individu,dapat juga oleh individu dengan kelompok. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya.Pergaulan ini kebanyakan terjadi pada seorang remaja.

B. RUMUSAN MASALAH
  1. Apakah Pengartian Pergaulan ?
  2. Apa Pengertian Remaja?
  3. Apa Pengertian Pergaulan bebas?
  4. Apa Faktor Penyebab Pergaulan Bebas?
  5. Apa Akibat yang di timbulkan?
  6. Bagaimanakah Solusi mencegah Pergaulan Bebas?

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PERGAULAN
Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon), yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya. Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak.
Pengertian pergaulan bebas
Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.

B. PENGERTIAN REMAJA
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun.[butuh rujukan] Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Dilihat dari bahasa inggris "teenager", remaja artinya yakni manusia berusia belasan tahun.Dimana usia tersebut merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa. Oleh sebab itu orang tua dan pendidik sebagai bagian masyarakat yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan.[butuh rujukan] Remaja juga berasal dari kata latin "adolensence" yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja memiliki tempat di antara anak-anak dan orang tua karena sudah tidak termasuk golongan anak tetapi belum juga berada dalam golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa.Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1990: 23) remaja adalah: Masa peralihan di antara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun.
C. PENGERTIAN PERGAULAN BEBAS
Pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship).Pergaulan juga adalah HAM setiap individu dan itu harus dibebaskan, sehingga setiap manusia tidak boleh dibatasi dalam pergaulan, apalagi dengan melakukan diskriminasi, sebab hal itu melanggar HAM.
Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat. Jadi, kalau secara medis kalau pergaulan bebas namun teratur atau terbatasi aturan-aturan dan norma-norma hidup manusia tentunya tidak akan menimbulkan ekses-ekses seperti saat ini. Pergaulan bebas juga dapat didefinisikan sebagai melencengnya pergaulan seseorang dari pergaulan yang benar , pergaulan bebas diidentikan sebagai bentuk dari pergaulan luar batas atau bisa juga disebut pergaulan liar.
Pergaulan bebas menurut agama
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan.
Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam pergaulan bebas? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam pergaulan bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.
D. FAKTOR PENYEBAB PERGAULAN BEBAS
FAKTOR INTERNAL
1. Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2. Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

FAKTOR EXTERNAL
1. Keluarga
Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2. Teman sebaya yang kurang baik
3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baikKenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika sebuah anak kelas satu SMA di kompelks saya, ditangkap/diciduk POLISI akibat menjadi seorang bandar gele, atau yang lebih kita kenal dengan ganja.

Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut:
- kurangnya kasih sayang orang tua.
- kurangnya pengawasan dari orang tua.
- pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
- peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.
- tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.
- dasar-dasar agama yang kurang
- tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya
- kebasan yang berlebihan
- masalah yang dipendam
E. AKIBAT YANG DITIMBULKAN PERGAULAN BEBAS
1. Terserang Penyakit HIV / AIDS
Itu dikarenakan melakukan hubungan gonta ganti pasangan yang tidak menggunakan alat pengaman (kondom), sebagai akibat rasa ingin tahu atau mungkin masalah ekonomi

2. Hamil di Luar Nikah
Dikarenakan kurang pengetahuan masalah seksologi para remaja melakukan tanpa memikirkan resiko yang terjadi hanya untuk mencari tahu bagaimana rasanya berhubungan badan yang di akibatkan menonton film biru

3. Ketergantungan Obat
Indonesia sekarang semakin buruk, karena banyak kasus obat obatan terlarang yang menjadikan berita di televisi. Bila kita sudah terkontaminasi dengan obat, bila tidak membeli akan sakit dan itu menguras uang akibatnya bila tidak punya uang, kita akan mencuri atau melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan obat tersebut. Dan akibat paling buruk adalah overdosis, atau kelebihan kita menggunakan obat sehingga membuat kita meninggal.

4. Aborsi
Diakibatkan sering melakukan hubungan badan akan berakibat kita hamil di luar nikah. Bila itu terjadi pasti akan membuat remaja bingung, karena belum waktunya untuk menikah dan jeleknya kejadian itu tidak diketahui oleh orang tua, sehingga jalan terbaik adalah melakukan aborsi untuk menutupi mata pada orang tua dan masyarakat. Dan resiko yang paling parah bila aborsi dilakukan tidak sesuai dengan prosedur berakibat kematian

5. Tawuran Remaja
Mungkin kita tiap hari melihat di televisi tentang berita tawuran antar pelajar yang meresahkan masyarakat. Sampai diadakan sweeping oleh pihak kepolisian kepada pelajar. Semua itu akibat pergaulan bebas yang membuat emosi tinggi dan berakibat pada tawuran. Masih banyak lagi akibat pergaulan bebas yang bisa kita ambil, tetapi dari keterangan diatas itu paling menonjol dan meresahkan masyarakat. Bagaimana nasib negara kita bila para pelajar salah dalam bergaul. Tingkat kriminalitas akan meningkat diakibatkan pergaulan yang salah tersebut. Untuk itu kita harus sadar bila semua itu salah, dan didik anak kita menjadi yang benar. Semua itu tergantung pada diri kita sendiri bagaimana menyikapi hal tersebut, bila kita bisa menjaga dan bergaul dengan benar maka kejadian diatas tidak akan terjadi.

F. SOLUSI MENCEGAH PERGAULAN BEBAS
1. Cara Bergaul
Dengan bergaul atau punya banyak teman memang akan memberikan kemudahan bagi anda untuk menjalani hidup, tapi jangan sampai kalian itu salah bergaul. Oleh karena itu sebelum anda memutuskan berteman dengan orang cari tahu dulu apakah orang yang akan menjadi teman anda itu akan membawa pengaruh atau dampak baik buat hidup anda kedepannya.
Jika menurut anda baik untuk hidup anda kedepannya, silakan berteman dengan orang tersebut.
Buat orang tua juga harus selalu memantau perkembangan anaknya terutama dalam hal pergaulan, seperti kata saya diatas jika sampai sedikit saja anak anda salah bergaul maka akibatnya akan patal.
Maka dari itu peran orang tua juga di perlukan untuk mencegah maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja.

2. Orang Tua Lebih Akrab Dengan Anak
Jika orang tua sudah bisa akrab dengan anak layak seorang sahabat secara tidak langsung anda akan mengetahui kegiatan dan pergaulan anak anda sehari – hari.
Karena biasanya jika anak sudah dekat dengan orang tuanya jika anak tersebut ada masalah atau ada hal baru pasti akan di ceritakan kepada orang tuanya.
Nah disinilah kesempatan orang tua untuk mengarahkan anak untuk menjadi anak yang baik, karena jika anak anda sudah dirasa mau bersikap tidak benar berilah anak anda masukan – masukan yang positif secara lembut, ini bertujuan agar si anak tidak menolak sugesti atau masukan positif yang anda berikan.
Karena bagaimanapun juga anak yang masih remaja itu keingin tahuannya masih sangat besar, dan semakin dilarang akan semakin berniat mencoba.
Jadi beri anak anda masukan secara santai dan tanpa di marahi.
Jadi mulai sekarang dekatkanlah diri anda dengan anak anda agar secara tidak langsung anda mampu mengontrol tingkah laku anak anda.

3. Lingkungan
Ini merepukan peran terbesar orang tua agar anak anda nantinya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, karena jika anak anda di tempatkan atau tinggal di lingkukang yang tidak baik maka kemungkinan anak anda menjadi tidak baik juga sangat besar, karena bagaimanapun selain keluarga yang mempengaruhi perkembangan anak adalah lingkungan.
Karena biasanya di lingkungan tempat tinggalnyalah si anak akan menemukan sesuatu yang baru, yaw kalau sesuatu yang bru nantinya akan berdampak baik, bagaimana jika berdampak buruk?
Jawabannya pasti sudah anda tau jika lingkungan tempat tinggal anak anda memberi pengaruh yang tidak baik pastinya anak anda juga akan menjadi tidak baik juga.
So tempatkan anak anda dilingkungan yang baik agar kedepannya bisa anak anda bisa menjadi orang yang baik, bagi yang muslim mungkin bisa menaruh anak anda di pesantren.

4. Membatasi Waktu Anak Keluar Rumah
Dengan membatasi waktu anak keluar rumah di harapkan kesempatan anak menemukan sesuatu hal yang baru itu semakin sedikit, karena seperti kata saya pada tips no 4 jika di lingkungan atau pergaulannya si anak lebih banyak mendapatkan sesuatu hal baru yang memberi pengaruh negatif maka anak anda akan menjadi tidak baik.
Jadi lebih baik membatasik waktu anak keluar rumah daripada mengambil resiko yang patal nantinya.

5. Dilarang Pacaran
Jika kamu yang masih belum cukup umur lebih jangan pacaran dulu, karena selain menggang pelajaran kamu, nantinya kamu bisa terjerumus ke hal yang tidak – tidak seperti sex bebas yang nantinya kalau sudah begitu kamu bisa kena virus HIV AIDS yang akan membuat umur kamu menjadi lebih singkat, karena sampai saat ini belum ada obatnya untuk penyakit ini.
Buat orang tua juga kalau bisa anaknya jika masih di bawah umur jangan di kasih pacaran dulu jika tidak ingin anak anda masuk kedalam sex bebas.
Karena bagaimanapun rasa ingin tahu dan mencoba anak remaja itu masih sangat besar sehingga jika sudah pacaran bukan tidak mungkin akan mencoba berhubungan badan dan jika sudah begini akan kecanduan dan terjerumus kedalam sex bebas.

6. Pengamanan Pemerintah
Saya sendiri tau kalau pemerintah juga sudah berjuang keras untuk mengurangi angka sex bebas dan pemakain obat – obatan terlarang, tapi kalau bisa tolong setiap bebrapa hari sekali dalam seminggu mengadakan razia obat – obatan terlarang ke sekolah – sekolah sehingga kedepannya bangsa ini bisa jauh dari yang namanya sex bebas dan obat – obatan terlarang.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesimpulan Arti pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariaanya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan. Jenis-jenis pergaulan bebas yakni seks bebas yang berujung pada virus HIV/AIDS dan kematian. Selain itu ada minuman keras serta narkoba yang akan merusak masa depan terus ujung-ujungnya akan mengakibatkan kematian.
Pergaulan remaja yang bebas sebenarnya dikarenakan oleh segala macam perkembangan yang di salah artikan oleh remaja itu sendiri maupun lingkungannya.
Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya.
Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir. Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18–21.
- See more at: http://catatanmakalah.blogspot.com/2014/04/makalah-tentang-pergaulan-bebas.html#sthash.PugiaGyj.dpuf

B. SARAN
Kepada orang tua harus mengawasi tingkah laku anaknya dan memperhatikan dengan siapa saja dia berteman dan jangan member kebebasan  yang berlebihan seperti keluar malam. Semua juga kembali kepada diri kita masing-masing. semua sudah jelas mana yang benar dan mana yang tidak benar. setiap yang kita lakukan pasti ada resiko dan konsekuensinya. Hindari Pergaulan bebas agar masa depan kita menjadi cerah.

DAFTAR PUSTAKA

More about → Makalah Tentang Pergaulan Bebas

MAKALAH FLU BURUNG

Posted by Rochim

 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kesehatan adalah hal yang paling berharga bagi semua orang. Mulai dari olahraga teratur, pola makan yang disiplin, dan istirahat yang cukup dilakukan demi mendapatkan tubuh yang tetap fit. Namun terkadang antioksidan dalam tubuh juga melemah karena kecapaian atau nutrisi yang kurang dalam tubuh. Hal ini menyebabkan penyakit mudah masuk dan menyerang dalam tubuh.
Influenza adalah salah satu penyakit menular paling serius dari sudut pandang kesehatan masyarakat karena menyebar cepat di seluruh dunia, morbiditas yang signifikan di seluruh penduduk dan komplikasi yang terkait. Perubahan cuaca, kehujanan, dan kurang istirahat menjadi penyebab utama seseorang terjangkit penyakit ini. Penyakit ini mudah menyerang namun mudah sembuh juga tanpa perlu pengobatan secara intensif dan tidak membahayakan nyawa penderitanya. Namun sekarang muncul jenis flu yang baru yaitu flu burung atau Avian Influenza. Flu burung merupakan jenis penyakit baru yang mulai merebak di Indonesia dan di seluruh dunia. Penyakit flu burung mulai mewabah pada tahun 2003. Di Asia, virus ini telah menular di Vietnam, Thailand, Kamboja, Cina, Indonesia, Jepang, Laos, dan Korea Selatan. Di Indonesia jenis penyakit ini pertama kali ditemukan tepatnya di Pekalongan, Jawa Tengah pada bulan Agustus 2003. Berbeda dengan influenza, penyakit ini sangat berbahaya bahkan mematikan.
Unggas merupakan bagian hidup masyarakat Indonesia. Mulai dari peternak dan pedagang bahkan ibu rumah tangga hampir setiap hari bersinggungan dengan hewan ini. Namun latar belakang pendidikan mereka yang tidak terlalu tinggi terkadang membuat mereka tidak mengerti akan adanya penyakit yang mematikan ini. Oleh karenanya perlu diadakan pembahasan khusus tentang penyakit ini supaya dapat meminimalisir dampak yang diakibatkan.
B.    Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan flu burung?
2.    Apa penyebab penyakit flu burung?
3.    Apa gejala penyakit flu burung?
4.    Bagaimana cara pengobatan flu burung?
5.    Bagaimana cara pencegahan penyakit flu burung?

C.    Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan flu burung.
2.    Untuk mengetahui penyebab penyakit flu burung.
3.    Untuk mengetahui gejala penyakit flu burung.
4.    Untuk mengetahui pengobatan penyakit flu burung.
5.    Untuk mengethaui cara pencegahan penyakit flu burung.

D.    Manfaat Penulisan
1.    Mengetahui apa yang dimaksud dengan flu burung.
2.    Mengetahui penyebab penyakit flu burung.
3.    Mengetahui gejala penyakit flu burung.
4.    Mengetahui pengobatan penyakit flu burung.
5.    Mengethaui cara pencegahan penyakit flu burung.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Flu Burung
Avian Influenza (AI) atau flu burung (bird flu) atau sampar unggas (fowl plague) pertama kali ditemukan menyerang di Italia sekitar 100 tahun yang lalu. Pada mulanya penyakit ini hanya menyerang unggas mulai dari ayam, merpati, sampai burung-burung liar. Akan tetapi, laporan terakhir menyebutkan serangan pada babi dan manusia.
Wabah virus ini menyerang manusia pertama kali di Hongkong pada tahun 1997 dengan 18 korban dan 6 diantaranya meninggal. Di Indonesia, penyakit ini awalnya diduga sebagai penyakit tetelo atau VVND (Velogenic Viscerotopic Newcastle Diseae) yang pernah menyerang pada tahun-tahun sebelumnya.
Penyakit ini merupakan penyakit baru (new emerging disease) yang banyak menarik perhatian berbagai pihak karena penularannya yang sangat cepat dengan angka kematian yang tinggi. Avian flu juga melibatkan sektor peternakan, khususnya unggas, yang mempunyai dampak besar terhadap ketersediaan daging (gizi) di masyarakat, dan sektor ekonomi para peternaknya.
Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian Influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Sejarah dunia telah mencatat tiga pandemi besar yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Pandemi pertama terjadi pada tahun 1918 berupa flu Spanyol yang disebabkan oleh subtipe H1N1 dan memakan korban meninggal 40 juta orang. Pandemi ini sebagian besar terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. Pandemi kedua terjadi pada tahun 1958 berupa flu Asia yang disebabkan oleh H2N2 dengan korban 4juta jiwa. Pandemi terakhir terjadi pada tahun 1968 berupa flu Hongkong yang disebabkan oleh H3N2 dengan korban 1 juta jiwa.

Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain:
1.    Ayam dan manusia di Hongkong. Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Untuk mencegah penyebaran tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1,5 juta ayam yang terinfeksi flu burung.
2.    Pada tahun 1999, di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A (H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian.
3.    Pada tahun 2003, di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A (H5N1) dan satu orang meninggal.
4.    Pada tahun 2003, di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7) dan satu diantaranya meninggal.
5.    Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A (H5N1) di Vietnam (19) dan Thailand (6) yang menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand, 14 di Vietnam)

B.    Penyebab dan Penularan Flu Burung
Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A. Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N). Kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya.
Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N98. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 ̊ C dan lebih dari 30 hari pada 0 ̊C. Virus akan mati pada pemanasan 60 ̊ C selama 30 menit atau 56 ̊ C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodin.
Meskipun reservoar alami viris AI adalah unggas liar yang sering bermigrasi (bebek liar), tetapi hewan tersebut resisten terhadap penyakit ini. Menurut WHO, kontak hewan tersebut dengan unggas ternak menyebabkan epidemik flu burung di kalangan unggas. Penularan penyakit terjadi melalui udara dan ekskret (kotoran, urin, dan ingus) unggas yang terinfeksi.
Virus AI dapat hidup selama 15 hari di luar jaringan hidup. Virus pada unggas akan mati pada pemanasan 80 ̊ C selama 1 menit, dan virus pada telur akan mati pada suhu 64 ̊ C selama 5 menit. Virus akan mati dengan pemanasan sinar matahari dan pemberian diinfektan. Secara genetik, virus influenza tipe A sangat labil dan tidak sulit beradaptasi untuk menginfeksi spesies sasarannya. Virus ini tidak memiliki sifat proof reading, yaitu kemampuan untuk mendeteksi kesalahan yang terjadi dan memperbaiki kesalahan pada saat replikasi. Ketidakstabilan sifat genetik virus inilah yang mengakibatkan terjadinya strain/jenis/mutan virus yang baru. Akibat dari proses tersebut, virus virulensi virus AI dapat berubah menjadi lebih ganas dari sebelumnya (HPAI, high pathogenic avian influenza).
Karakteristik lain dari virus ini adalah kemampuannya untuk bertukar, bercampur, dan bergabung dengan virus influenza strain yang lain sehingga menyebabkan munculnya strain baru yang bisa berbahaya bagi manusia. Mekanisme ini juga menyebabkan kesulitan dalam membuat vaksin untuk program penanggulangan.
Mekanisme penularan flu burung pada manusia melalui beberapa cara:
1.    Virus  unggas liar  unggas domestik  manusia
2.    Virus  unggas liar  unggas domestik  babi  manusia
3.    Virus  unggas liar  unggas domestik  (dan babi)  manusia  manusia
Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas ke manusia, melalui air liur, lendir dari hidung dan feces. Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Contohnya: pekerja di peternakan ayam, pemotong ayam, dan penjamah produk unggas lainnya.  
  
C.    Gejala Flu Burung
Virus AI dibedakan dalam dua kelompok (berdasarkan patotipe), yaitu highly pathogenic avian influenza (HPAI) yang bersifat ganas dan low pathogenic avian influenza (LPAI) yang bersifat kurang ganas. Virus HPAI menunjukkan gejala kematian yang sangat tinggi, gangguan pernapasan, produksi telur berhenti atau menurun drastis, batuk, bersin, ngorok, sinusitis odema pada kepala dan muka, perdarahan jaringan subkutan diikuti sianosis kulit terutama pada kaki, kepala dan pial, serta diare dan gangguan syaraf. Infeksi akibat LPAI biasanya tidak menimbulkan gejala klinis, tetapi dapat juga terjadi ovarium mengecil, pembengkakan ginjal,dan pengendapan asam urat.
Diagnosis AI dibagi menjadi 3, yaitu:
1.    Kasus tersangka (possible cases)
a.    Demam  lebih dari38 ̊ C, batuk, nyeri tenggorokan
b.    Pernah kontak dengan penderita AI
c.    Kurang dari satu minggu terkahir pasien pernah mengunjungi peternakan di daerah HPAI
d.    Bekerja di laboratorium dan kontak dengan sampel dari tersangka AI
2.    Kasus “mungkin” (probable cases)
a.    Possible cases
b.    Hasil laboratorium tertentu positif untuk virus AI dengan antiibodi monoklonal H5,
c.    Tidak terbukti adanya penyebab lain
3.    Kasus pasti (confirmed cases)
a.    Hasil kultur virus H5N1
b.    Pemeriksaan PCR influenza H5 positif
c.    Peningkatan titer antibodi spesifik H5 sebesar empat kali.

d.    Pemeriksaan laboratorium:
1)    Mengisolasi virus (usap tenggorok, tonsil, faring)
2)    Tes serologi
3)    Merujuk ke laboratorium litbangkes
Diagnosis pasti ditegakkan dengan pengujian agar gell precipitation (AGP). Penentuan subtipe virus dilakukan dengan pengujian haemaglutination inhibition (HI).
Gejala flu burung dapat dibedakan, yaitu pada unggas dan manusia.
1.    Gejala pada unggas
a.    Jengger berwarna biru
b.    Borok di kaki
c.    Kematian mendadak

2.    Gejala pada manusia
a.    Demam (suhu badan diatas 38 ̊C)
b.    Batuk dan nyeri tenggorokan
c.    Radang saluran pernapasan atas
d.    Pneumonia
e.    Infeksi mata
f.    Nyeri otot

 Masa inkubasi pada unggas dan manusia pun juga berbeda, yaitu:
1.    Pada Unggas    : 1 minggu
2.    Pada Manusia    : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .

D.    Pengobatan Penyakit flu Burung
Pengobatan bagi penderita flu burung:
1.    Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
2.    Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
3.    Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.
4.    Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.
Selain cara diatas dapat digunakan cara berikut ini:
1.    Suportif : vitamin, misalnya vitamin C dan B kompleks
2.    Simtomatik : analgesik, antitusif, mukolitik
3.    Profilaksis : antibiotik
4.    Pengobatan antivirus dengan Olsetamivir 75 mg (Tamiflu).
Dosis profilaksis adalah 1 x 75 mg selama 7 hari yang diberikan pada semua kasus suspek. Dosis terapi adalah 2 x 75 mg selama 5 hari yang diberikan pada semua kasus suspek yang dirawat. Dosis anak tergantung dari berat badannya. Penggunaan antivirus sanga membantu, terutama pada 48 jam pertama, karena virus akan menghilang sekitar 7 hari setelah masuk ke dalam tubuh.

E.    Pencegahan Penyakit Flu Burung
1.    Pada Unggas:
a.    Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
b.    Vaksinasi pada unggas yang sehat
Penemuan vaksin terbaru dari ekstrak mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) menambah daftar alternatif pencegahan penyakit flu burung. Vaksin ini ditemukan oleh Artina Prastiwi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Menurut Artina Prastiwi, cara membuat antivirus dari ekstrak mahkota dewa itu sederhana. Diawali dengan penimbangan sesuai dosis yang dibutuhkan. "Untuk dosis 10 mililiter diperlukan buah mahkota dewa kering sebanyak 100 gram per 100 mililiter air atau kelipatannya, yakni 100 gram per 1.000 mililiter. Selanjutnya, dilakukan penyulingan untuk mendapatkan ekstrak," katanya, Kamis (3/3/2011).
Setelah memperoleh ekstrak, dilakukan pengujian kadar saponin di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM. Ekstrak mahkota dewa harus mengandung kadar saponin 10 persen. "Hasil saponin yang diperoleh itu yang digunakan sebagai bahan baku, yakni pelarut suspense antigen virus AI. Kemudian yang digunakan sebagai vaksin adalah ekstrak mahkota dewa 0,2 mililiter," katanya.
"Vaksin tersebut terbukti mampu menghambat perkembangan virus Avian Influenza (AI) hingga 87 persen. Selain telah teruji dalam skala laboratorium, vaksin itu juga lebih murah dibandingkan dengan vaksin kimia yang dijual di pasaran," kata Artina di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, vaksin AI di pasaran biasanya dibanderol Rp200.000 per 100 dosis, sedangkan vaksin temuannya hanya Rp75.000 per 100 dosis. "Meskipun terbilang efektif dan murah, vaksin itu belum dipasarkan secara massal, karena masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti hasilnya," katanya.
Ia mengatakan, pada awalnya uji coba dilakukan pada 30 telur ayam berembrio. Dari hasil uji tersebut diketahui telur yang diberi virus AI dan diberi tambahan saponin 10 persen dari ekstrak buah mahkota dewa 0,2 ml, setelah diinkubasi selama 35 hari diketahui embrio tidak mati, sehat, dan tanpa bekas luka. Namun, telur yang disuntik dosis yang lebih tinggi 15 persen dan 20 persen, ternyata semua embrio mati dengan bentuk perdarahan seluruh tubuh, kekerdilan, dan cairan alantois keruh.
Menurut dia, 10 persen merupakan hasil terbaik untuk menghambat virus flu burung. Hal itu membuktikan bahwa kadar saponin yang digunakan harus tepat karena bisa menimbulkan keracunan jika diberikan dalam dosis besar.
"Setelah teruji aman pada telur, vaksin mengujikan pada ayam usia kurang dari 21 hari, dan hasilnya cukup menggembirakan. Ayam yang telah divaksin tidak ada satu pun yang mati," katanya.


2.    Pada Manusia :
a.    Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang)
1)    Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
2)    Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.
3)    Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
4)    Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
5)    Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
6)    Orang yang kontak dengan unggas (misalnya peternak ayam) harus menggunakan masker, baju khusus, kaca mata renang.
7)    Membatasi lalu lintas orang yang masuk ke peternakan.
8)    Mendisinfeksi orang dan kendaraan yang masuk ke peternakan.
9)    Mendisinfeksi peralatan peternakan.
10)    Mengisolasi kandang dan kotoran dari lokasi peternakan.
b.    Masyarakat umum
1)    Memilih daging yang baik dan segar.
2)    Memasak daging ayam minimal 80 ̊C selama 1 menit dan telur minimal 64 ̊ C selama 5 menit (atau sampai air atau kuahnya mendidih cukup lama).
3)    Menjaga kesehatan dan ketahanan umum tubuh dengan makan, olahraga, dan istirahat yang cukup.
4)    Segera ke dokter/puskesmas/rumah sakit bagi masyarakat yang mengalami gejala-gejala di atas.
5)    Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
6)    Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
a)    Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
b)    Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 80   ̊ C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ±64  ̊ C selama 4,5 menit.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Flu burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A (AI). Penyakit ini menyerang unggas dan manusia. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa mematikan. Gejala utamanya mirip dengan flu biasa namun lebih ekstrim, misalnya suhu tubuh yang terlalu tinggi dan sebagainya. Pengobatan penyakit ini bisa dilakukan dengan perawatan intensif di rumah sakit dan dengan pemberian tamiflu. Untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan enjaga kebersihan lingkungan, pengolahan unggas sampai benar-benar matang dan dengan vaksinasi pada unggas.

B.    Saran
1.    Untuk masyarakat umum diharapkan bisa memperhatikan lingkungaan hidup di sekitarnya supaya tetap sehat dan terbebas dari infeksi flu burung.
2.    Semua yang terlibat (peternak, pedagang, masyarakt umum, pemerintah) mampu bekerjasama dalam pencegahan penyebaran penyakit ini.
3.    Bagi pemerintah hendaknya menyosialisasikan hal-hal yang berhubungan dengan penyakit ini kepada masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI. 2005. “Flu Burung”, (Online), (http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/072005/flu_burung.pdf, diakses pada 09 Maret 2011)
Benny N Joewono. 2011. “Inilah Cara Membuat Vaksin Flu Burung”, (Online), (http://regional.kompas.com/read/2011/03/03/22372222/Inilah.Cara.Membuat.Vaksin.Flu.Burung, diakses pada 09 Maret 2011)
Fillipo Ansardi, Andre Orsi, and Giancarlo Icardi . “Today’s Influenza Vaccines – The Need for Adjuvantas and How They Work”, (Online), (http://www.touchbriefings.com/articles/todays-influenza-vaccines.html?gclid=CJzkicLpwqcCFYIc6woduUd-Cw, diakses pada 10 Maret 2011)
Indi Dharmayanti. “Flu Burung: Penyakit yang Mematikan”, (Online), (http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/wr273057.pdf, diakses pada 10 Maret 2011)
Kristina, dkk. “Flu Burung”, (Online), (http://www.flutrackers.com/forum/showthread.php?t=69294, diakses 27 Juni 2013)
Ruslan Burhani. 2011. “Mahasiswa UGM Temukan Vaksin Flu Burung”, (Online), (http://www.antaranews.com/berita/248494/mahasiswa-ugm-temukan-vaksin-flu-burung, diakses pada 09 Maret 2011)
Widiyono. 2005. Penyakit Tropis Epidemiologi, Pencegahan, & Pemberantasan. Jakarta: Erlangga
More about → MAKALAH FLU BURUNG