Pergerakan Nasional Indonesia

Posted by Ockym al ayuby on Tuesday, 9 November 2010

     Pergerakan Nasional adalah suatu upaya pergerakan untuk mencapai ke arah kemerdekaan, dengan mendirikan Strategi Organisasi Pergerakan Kebangsaan. Strategi Organisasi Kebangsaan Indonesia.

1.        Budi Utomo (BU)

Organisasi yang pertama lahir ialah Budi Utomo, didirikan oleh Sutomo dan kawan-kawan pada tanggal 20 Mei 1908. Budi Utomo mengadakan kongres pertama pada bulan Oktober 1908, dan berhasil memilih Adipati Tirtokusumo sebagai ketuanya dan Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai wakilnya. Gerakan Budi Utomo terlihat jelas tujuannya, sejak tahun 1928 ikut serta melaksanakan cita-cita persatuan Indonesia. Atas pertimbangan kemudian Budi Utomo menjadi Parindra (Partai Indonesia Raya).

2.        Partai Nasional Indonesia

Tahun 1927, PNI didirikan oleh tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Ir. Arwani, Sartono SH, Budiarto SH, dan Dr. Syamsi. PNI sebagai partai yang bersifat nasional mengalami perkembangan yang pesat dan telah berhasil menarik simpati massa. Sementara itu munculnya berita provokatif yang menyatakan PNI akan melaksanakan pemberontakan mengakibatkan pemerintah kolonial Belanda melakukan penangkapan terhadap para pemimpin PNI, Soekarno, dan beberapa tokoh di hadapkan pada pengadilan di Bandung tahun 1930. Mereka dijatuhi hukuman penjara.

3.        Generasi Pemuda
Perkumpulan pemuda pertama berdiri adalah Tri Koro Dharmo pada tanggal 07 Maret 1915 di Jakarta oleh dr. Satiman Wiryosamjoyo, Kadarman, Sumardi, dan beberapa pemuda lainnya. Cita-citanya tertuju pada cinta tanah air, memperluas persaudaraan, dan mengembangkan budaya Jawa. Pada tahun 1918 berubah menjadi Jong Java. Pada tanggal 26-28 Oktober 1928 di selenggarakan Kongres Pemuda II yang memadukan semua organisasi pemuda menjadi satu kesatuan nasional. Dalam kongres itu tercapai suatu kesepakatan yakni kesadaran bersama adanya satu nusa, dan satu bahasa yang merupakan cermin persatuan dan kesatuan Indonesia. Dan masih banyak lagi organisasi lainnya.

4.        Sarekat Islam
Pada tahun 1911 di kota Solo muncul sebuah perkumpulan dagang islam dengan H. Samantudi sebagai pemimpin. Kemudian seorang intelektual dari Surabaya yang bernama H. Omar Said Cokro Aminoto yang sekaligus promotornya mengubah perkumpulan itu menjadi Sarekat Islam (SI). Ternyata pengaruh pergerakan Sarekat Islam dimasyarakat sangat kuat, pada tahun 1929 syarikat islam menyatakan diri menjadi sebuah partai dengan nama Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Kemudian pada tahun 1930 sarekat islam mengalami kemrosotan akibat adanya berbagai perpecahan dalam tubuh organisasi. Partai ini terhenti aktifitasnya setelah Jepang menduduki wilayah Indonesia.

5.        Indische Partij
Organisasi pertama yang secara terang – terangan menyatakan dirinya sebagai partai politik ialah indische partij. Organisasi ini didirikan oleh douwes dekker (berganti nama menjadi Danudirja Setiabudi), dr. Cipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat (berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara). Tujuan partai ini adalah untuk mempersiapkan kehidupan bangsa yang merdeka dan tujuan partai ini benar – benar revolusioner, kecaman yang semakin menentang pemerintah kolonial Belanda. Menyebabkan ketiga tokoh Indische Partij di tangkap dan dibuang ke negeri Belanda. Namun perjuangan mereka tetap punya arti yang sangat besar dalam pergerakan kebangsaan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

6.        Partai Indonesia (Partindo)

Hukuman penjara yang di jatuhkan kepada Soekarno menimbulkan akibat yang serius bagi PNI. Partai ini kehilangan pimpinan utamanya, dengan dijatuhkannya hukuman terhadap Soekarno, di anggap bahwa pemerintah sudah mencap PNI sebagai partai terlarang, dan kemudian PNI membubarkan diri. Kemudian dibentuk partai baru yakni Partai Indonesia (Partindo), yang diketuai oleh Sartono. Partindo mengalami perkembangan pesat setelah Ir. Soekarno menggabungkan diri. Dia dibebaskan dari penjara pada akhir bulan Desember 1931 karena mendapat pemotongan masa tahanan. Lalu Ir. Soekarno di tangkap lagi dan di buang ke Ende Flores, pada pertengahan bulan November 1936 Sartono mengumumkan pembubaran Partindo.

7.        Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan)
Pembubaran PNI pada kongres bulan April 1931 mengakibatkan terjadinya perpecahan di kalangan anggotanya. Kelompok yang menyetujui pembubaran mendirikan Partindo. Sedangkan kelompok yang tidak setuju mempersatukan diri membentuk “Golongan Merdeka”. Pada bulan Desember 1931, golongan merdeka mendirikan partai baru, sesuai dengan saran Hatta. Partai itu diberi nama Pendidikan Nasional Indonesia (lebih sering disebut PNI-Baru) dipimpin oleh Sukemi.

8.        Partai Indonesia Raya
Partai Indonesia Raya, lahir dari gabungan Budi Utomo dengan Partai Bangsa Indonesia (PBI) pada bulan Desember 1935. Parindra berkedudukan di Surabaya. Ketuanya ialah Dr. Soetomo, tujuan perjuangannya adalah untuk mencapai Indonesia Raya. Untuk mencapai tujuan tersebut Parindra berusaha memperkokoh  semangat persatuan kebangsaan, menjalankan aksi politik menuju sistem pemerintah yang berdasarkan demokrasi dan nasionalisme serta memajukan kehidupan rakyat di bidang ekonomi dan sosial. Parindra banyak melakukan kegiatan-kegiatan di bidang ekonomi seperti mendirikan bank dan koperasi. Menurut Parindra masalah ekonomi dan sosial budaya tidak dapat di lepaskan dari masalah politik.

9.        Muhammadiyah
Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam yang penting pada masa pergerakan nasional. Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh Ir. H. Ahmad Dahlan atas dorongan beberapa orang muridnya dan anggota Budi Utomo. Setelah tahun 1917 daerah kegiatan Muhammadiyah meluas keluar daerah Yogyakarta. Antara tahun 1920-1925 Muhammadiyah giat mendirikan sekolah-sekolah. Dengan demikian, peranan berbagai pendidikan dan Organisasi Muhammadiyah sangat besar dan menunjang perjuangan untuk mencapai kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.

10.    Taman Siswa

Perguruan Taman Siswa untuk pertama kali berdiri pada tahun 1922 dengan pimpinannya Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Taman Siswa merupakan organisasi yang bertujuan mengembangkan edukasi dan kultural, yang disosialisasikan dengan baik. Sejalan dengan perkembangan pendidikan nasional ini menimbulkan kekhawatiran pada pemerintahan kolonial sehingga dikeluarkan UU sekolah luar pada tahun 1932.

11.    Gerakan Wanita
Raden Ajeng (RA) Kartini, pelopor gerakan emansipasi menyerukan agar wanita Indonesia diberi pendidikan. Sekolah Kartini didirikan di Jakarta tahun 1913, lalu berturut-turut di Madiun tahun 1914, Malang, dan Cirebon tahun 1916. Pekalongan 1917, Indramayu, Surabaya, dan Rembang tahun 1918. Pada tahun 1920 mulai muncul perkumpulan wanita yaitu Perikatan Perempuan Indonesia (PPI), membahas berbagai masalah dan menghasilkan berbagai keputusan. Dan dalam kongres juga memutuskan tanggal 22 Desember menjadi Hari Ibu.
Artikel Terkait
1 Comments
Tweets
Comments

{ 1 comments... read them below or add one }

Saras tok said...

mantab...
tugas terselesaikan...
good luck...

Post a Comment