Tabel Periodik Kimia

Posted by Ockym al ayuby on Wednesday, 30 January 2013

Bagi SMP atau SMU pasti mengenal Tabel Periodik. Tabel Periodik ini memuat unsur-unsur kimia yang disusun berdasarkan struktur elektronnya. Sehingga sifat kimia dari unsur-unsur tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel. Pengaturan unsur pada tabel disusun berdasarkan nomor atom dan lambang unsur. Anda dapat mengetahui informasi unsur-unsur kimia dari tabel periodik standar.


Cara Menghafal Golongan Pada Tabel Periodik

Jika Anda sulit menghafalkan tabel periodik kimia, tirulah jurus jitu guru kimia saya zaman SMU. Beliau mengajari untuk membuat kalimat yang mudah diingat dengan kata-kata yang diawali atau mengandung singkatan unsur dalam tabel periodik tersebut.

Susunan tersebut dilakukan per kolom dari atas ke bawah. Kolom pada tabel periodik menunjukkan golongan, mulai dari golongan IA di kolom paling kiri hinga golongan VIIIA di golongan paling kanan.

Tabel periodik golongan IA atau Alkali terdiri dari Hidrogen (H), Lithium (Li), Sodium atau Natrium (Na), Potassium atau Kalium (K), Rubidium (Rb), Cesium (Cs) dan Francium (Fr). Dari Ketujuh unsur tersebut, hanya Hidrogen yang tidak termasuk dalam golongan logam alkali, karena unsur tersebut adalah non-logam. Unsur yang paling langka adalah Francium, dan memiliki sifat radioaktif.

"Cara bodoh" untuk menghafalkan golongan Alkali dalam tabel periodik ini adalah dengan menghafalkan kalimat “Hari LiNa Kabur Rubi Cs Frustasi”. Namun Anda dapat juga berkreasi dengan kalimat sendiri dengan pola susunan kata-kata yang sama.

Tabel periodik golongan IIA atau Alkali Tanah terdiri dari Beryllium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Strontium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Unsur terakhir, Radium adalah bersifat radioaktif. Seluruh unsur pada golongan ini memiliki dua elektron per atom logam pada ikatan yang bersifat logam, berbeda dengan logam Alkali yang memiliki satu elektron.

"Cara bodoh" untuk menghafalkan golongan Alkali Tanah dalam tabel periodik ini adalah dengan menghafalkan kalimat “Beli Mangga Campur Sirsak Bagi Rata”. Atau Anda memiliki pilihan kalimat sendiri yang lebih mudah dihafal?

Kolom ke tiga hingga kolom ke duabelas dari tabel periodik adalah kategori logam transisi yang merupakan golongan IIIB hingga IIB. Biasanya golongan ini jarang dihafalkan seperti golongan A.

Golongan IIIB pada tabel periodik merupakan keluarga Scandium yang terdiri dari Scandium (Sb), Yttrium (Y), Lanthanum (La), dan Actinium (Ac). Golongan IVB pada kolom ke empat merupakan keluarga Titanium yang terdiri dari Titanium (Ti), Zirconium (Zr), Hafnium (Hf), dan Rutherfordium (Rf).

Golongan VB pada kolom ke lima di tabel periodik merupakan keluarga Vanadium yang terdiri dari Vanadium (V), Niobium (Nb), Tantalum (Ta), dan Dubnium (Db). Golongan VIB pada kolom ke enam merupakan keluarga Chromium yang terdiri dari Chromium (Cr), Molybdenum (Mo), Tungsten (W), dan Seaborgium (Sg).

Golongan VIIB pada kolom ke tujuh merupakan keluarga Manganese yang terdiri dari Manganese (Mn), Technetium (Tc), Rhenium (Re), dan Bohrium (Bh). Golongan VIIIB terdiri dari tiga kolom yaitu kolom ke delapan hingga kolom ke sepuluh pada tabel periodik.

Golongan VIIIB pada tabel periodik di kolom ke delapan masuk dalam keluarga Besi yang terdiri dari Besi atau Ferrum (Fe), Ruthenium (Ru), Osmium (Os), dan Hassium (Hs). Pada kolom ke sembilan yang merupakan keluarga Cobalt terdiri dari Cobalt (Co), Rhodium (Rh), Iridium (Ir), dan Meitnerium (Mt).

Kolom ke sepuluh merupakan keluarga Nikel yang terdiri dari Nickel (Ni), Palladium (Pd), Platinum (Pt), Darmstadtium (Ds).Kolom ke sebelas dari tabel periodik adalah Golongan IB yang merupakan keluarga Tembaga yang terdiri dari Tembaga atau Cuprum (cu), Perak atau Argentum (Ag), Emas atau Aurum (Au), dan Roentgenium (Rg).

Golongan IIB terdapat di kolom ke duabelas dari tabel periodik yang merupakan keluarga Seng atau Zinc. Unsur-unsur pada golongan IIB ini terdiri dari Zinc (Zn), Cadmium (Cd), Mercury atau raksa dengan nama latin Hydrargyrum (Hg), dan Ununbium (Uub). Kolom ke tigabelas dari tabel periodik kembali ke golongan A, yaitu IIIA atau keluarga Boron yang terdiri dari Boron (B), Aluminum (Al), Gallium (Ga), Indium (In), Thallium (Tl) dan Ununtrium (Uut).

Dari ke enam unsur golongan pada tabel periodik tersebut hanya Boron yang merupakan Metalloid, sedangkan sisanya termasuk dalam kategori logam lainnya. "Cara bodoh" untuk menghafal urutan unsure dari golongan IIIA ini dapat dengan cara menghafalkan kalimat “Bukan Alasan Gaya India Tlanjang”. Agak vulgar memang, tapi semakin unik, maka semakin mudah diingat.

Golongan IVA atau Karbon ada di kolom ke empat belas tabel periodik. Unsur-unsurnya adalah Carbon (C), Silicon (Si), Germanium (Ge), Timah atau Stannum (Sn), Timbal atau Plumbum (Pb), dan Ununquadium (Uuq).

Jembatan keledai untuk menghafalkan unsur-unsur dalam golongan IVA ini adalah dengan susunan kata dalam kalimat “Coak Si Gendeng Sedang Puber”. Coak sebenarnya adalah kependekan dari Kecoak, julukan teman saya, Anda dapat juga menggantinya menjadi Cewek atau Cowok. Atau malah memodifikasi kata menjadi kalimat yang baru sama sekali.

Tabel periodik golongan VA yang terdapat pada kolom ke lima belas adalah masuk dalam keluarga Nitrogen. Unsur-unsur pada golongan ini terdiri dari Nitrogen (N), Fosfor atau Phosphorus (P), Arsenic (As), Antimon atau Stibium (Sb), Bismuth (Bi) dan Ununpentium (Uup). Kalimat yang dapat digunakan untuk menghafalkan unsur-unsur dalam golongan ini misalnya adalah “Nona Pakai Aset Sabet Bisnis”.

Kolom ke enambelas dari tabel periodik memuat golongan VIA atau disebut Chalcogens. Golongan VIA ini terdiri dari Oksigen atau Oxygen (O), Belerang atau Sulfur (S), Selenium (Se), Tellurium (Te), Polonium (Po) dan Ununhexium (Uuh). Cara menghafalkan urutan unsur dalam golongan ini adalah dengan kalimat “Orang Susah Senang Tembak Polisi”.

Golongan VIIA pada tabel periodik bertempat di kolom ke tujuhbelas. Unsur-unsur ini terdiri dari Fluorine (F), Chlorine (Cl), Bromine (Br), Yodium atau Iodine (I), Astatine (At) dan Ununseptium (Uus). Selain Ununseptium, kelima unsur tersebut masuk dalam kategori Halogen.

Namun Astatine memiliki sifat radioaktif sehingga sering tidak diperhitungkan. Seperti biasa, karena golongan ini termasuk yang sering digunakan pada reaksi kimia, maka cara untuk menghafalkan urutan unsur ini adalah dengan susunan kata-kata dalam kalimat “Fiona Culun Baru Ikutan Atletik”.

Pada kolom terakhir tabel periodik kimia yang dihuni oleh golongan VIIIA yang masuk dalam kategori gas mulia. Unsur-unsur yang merupakan gas mulia ini terdiri dari Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Krypton (Kr), Xenon (Xe), Radon (Rn)  dan Ununoctium (Uuo). Zat yang memiliki sifat radioaktif pada unsur ini adalah Radon.

Cara menghafalkan urutan unsur-unsur gas mulia ini dapat dengan kalimat “Hedon Nekat Arah Krawang Xenia Ringsek”. Sambil mengingat kalimat ini bisa sambil mengingat tragedy Xenia Maut yang ringsek di Tugu Tani toh.

Sejarah Tabel Periodik

Awalnya tabel periodik disusun tanpa mengetahui struktur dalam atom. Ketika unsur-unsur diurutkan berdasarkan massa atom dan kemudian dibuatkan gradik yang menggambarkan hubungan antara beberapa sifat tertentu dan massa atom dari unsur-unsur tersebut, maka akan tampak suatu perulangan atau periodisitas sifat-sifat yang merupakan fungsi dari massa atom.

Ahlikimia Jerman, yaitu Johann Wolfgang Döbereiner adalah orang pertama yang mengenali keteraturan, tabel periodik, tersebut. Pada 1829 dia memperhatikan adanya beberapa triade unsur-unsur yang hampir sama.

Beberapa triade dengan unsur-unsur yang terdapat pada tabel periodik tersebut adalah Klorin dengan massa atom 35,5, Bromin dengan masa atom 79,9, Iodin dengan massa atom 126,9, Kalsium dengan massa atom 40,1, Stronsium dengan massa atom 87,6 dan Barium dengan massa atom 137.

Hasil penemuan tabel periodik tersebut pun diikuti oleh John Alexander Reina Newlands yang merupakan ahli kimia Inggris. Pada tahun 1865 beliau memperhatikan bahwa unsur-unsur yang bersifat mirip ini mengalami pengulangan dalam interval delapan yang dapat dianalogikan dengan oktaf musik.

Kemudian pada 1869, Lothar Meyer, ahli kimia Jerman dan Dmitry Ivanovich Mendeleyev, ahli kimia Rusia hampir secara bersamaan mengembangkan tabel periodik pertama yang mengurutkan unsur-unsur berdasarkan massanya. Namun Mendeleyev menempatkan beberapa unsur menyimpang dari aturan urutan massa agar unsur-unsur tersebut cocok dengan sifat-sifat tetangganya dalam tabel periodik.

Beliau juga meramalkan keberadaan dan sifat-sifat beberapa unsur baru dengan menyediakan sel-sel kosong pada tabel. Hebatnya, Mendeleyev terbukti benar dengan ditemukannya struktur elektronik unsur-unsur pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dan kini kita semua pun dapat menikmati kemudahan mengenali unsur-unsur zat di dunia berkat tabel periodik.
Artikel Terkait
1 Comments
Tweets
Comments

{ 1 comments... read them below or add one }

Rizka Muslimaturrohmah said...

kita juga punya nih jurnal mengenai Tabel Periodik silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/5424/1/Jurnal.pdf

Post a Comment