Contoh Resensi II

Posted by Ockym al ayuby on Tuesday, 25 January 2011

CONCHITA SANG PEMBAJAK CINTA

Judul Novel                 : Hey Conchita! Pembajak Cinta
Tahun                          : 2004
Penulis                         : Marthino Andries
Jumlah Halaman          : 130 Halaman
Penerbit                       : Kata Kita
Harga                          : Rp. 25.000
 
Hey Conchita! ( Marthino Andries, 2004 ) adalah sebuah cerita cinta. Kisah cinta antara Conchita velasques dan ian verdinand. Namun oleh marthino andries membuat novel ini menjadi lebih seru dengan gaya bahasa si penulis yang super ngocoldan dibumbui dengan kisah kekeluargaan dan persahabatan sang tokoh utama “Conchita”

Novel ini merupakannovel pertama dari penulis yang sebelumnya dia lebih sering menulis cerpen. Karya –karyanya antara lain dimuat di gadis femina, suara pembangunan, ceria dan bahana. Dia juga pernah mengikuti kursus penulisan skenario, multi komtek, dan pernah menjadi free lance traslator pada World Trade Center.

Awal kisah berawal pada suatu siang diangkutan umum biskopaja yang supirnya super usil membiarkan para penumpangnya terpanggang didalam bisnya, karena siang itu sangat panas. Dan radiasi sinar matahari pun dengan sadis menusuk ubun – ubun tiap orang yang berada di tempat terbuka. Dibelakang supir ada seorang cewek SMA yang sedang asik utak – atiik Hpnya dan belum menyadari betapa panasnya hawa didalam bus, sampai akhirnya Hpnya Low batt, disitu dia mulai merasakannya. Para penumpang lain mulai protes karena si supir yang se-enaknya berlama – lama menunggu penumpang. Beberapa saat kemudian si supir keluar disitulah ide liar cewek SMA tersebut muncul, dan dia langsung beringsut dari tempat duduknya kebangku sopir dan langsung membawa Kopaja. Para penumpang yang awalnya khawatir akhirnya merekapun bersorak sorai. Dan satu demi satu penumpang pun turun namun tinggal seorang cowok. Cewek SMA itu pun bertanya, “mau turun dimana mas?” dan cowok itu pun menjawab, “loe maunya dimana?”. Cewek itu pun keki dan pada satu jalan dia memberhentikan bus dan keluar. Namun cowok itu terus membuntutinya, hal tersebut menambah curiga si cewek. Cowok itu pun menawarinya untuk diantarkan pulang. Disitu mereka pun mulai berbincang – bincang. Dan ternyata cowok tersebut adalah artis muda yang pernah membintangi sinetron “Lirikan Sibuta”, Ian Verdinan. Dan ada satu hal lagi yang membuat cewek itu bertambah kaget, dia ditawari untuk main di sinetron terbarunya.

Sesampainya dirumah, cewek tersebut langsung masuk kekamarnya. Dia merenungi ucapan ian tadi. Bi Ijah pembantunya mengetuk pintu kamarnya untuk mengajaknya makan malam, namun tidak ada jawaban. Selang beberapa waktu pintu kamarnya pun terbuka dan dia menceritakan apa yang telah dia alaminya tadi siang. Dia bernama Conchita. Akhirnya dia pun minta izin untuk main sinetron kepada orang tuanya. Dan ternyata orang tuanya mengizinkan dia untuk main sinetron asalkan tidak melupakan sekolahnya. Chita pun mulai main di sinetron pertamanya dan diam – diam ian menyimpan perasaan kepadanya. Namun Conchita mengira bahwa ian adalah cowok play boy yang doyan banget ngelaba dan dia tidak akan pernah mau menerima cintanya.

Dalam setiap bagian cerita si penulis sangat pandai membuat si pembaca fresh dan tertawa ngakak, karena bahasa yang digunakannya ringan dan santai. Akhir cerita Conchita sadar bahwa ian adalah cowok baik – baik dan mulai mau untuk menerima kehadirannya sebagai seorang cowok. Saat itu pun ian sadar dan menyatakan perasaannya kepada chita seperti yang ada dalam pikiran cowok itu chita pun menerima cintanya.

Novel ini sangat bagus, didalamnya terdapat unsur cinta, sahabat, dan kekelurgaan yang dicapur dengan unsur komedi, namun kadang komedinya ( kata – katanya ) ada yang berlebihan. Meskipun begitu, buat kalian para siswa dan siswi harus dan wajib memiliki buku ini.
Artikel Terkait
1 Comments
Tweets
Comments

{ 1 comments... read them below or add one }

zen script said...

maksih postingane kang,,,sangat bermanfaat

Post a Comment